Ini Alasan Polisi Tangkap 'Raja-Ratu' Keraton Agung Sejagat Purworejo

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 22:32 WIB
Viral di media sosial kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Senin (13/1/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Viral di media sosial kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Senin (13/1/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Ditreskrimum Polda Jawa Tengah menangkap Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), suami istri yang mengaku sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Keduanya ditangkap malam ini di Purworejo.

"Kedua terduga (Toto dan Fanni) diamankan polisi pada pukul 18.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

Polisi turun tangan menyusul informasi yang viral di media sosial tentang berdirinya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Keberadaan keraton itu memicu keresahan di kalangan masyarakat.

"Keduanya diduga dengan sengaja melakukan perbuatan yang membuat keonaran di kalangan masyarakat," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial kemunculan kerajaan baru di Purworejo, Jawa Tengah. Kerajaan tersebut menamakan diri Keraton Agung Sejagat, terletak di Desa Pogung Jurutengah, RT 03/RW 01, Kecamatan Bayan.

Pemkab Purworejo langsung bersikap dengan menggelar rakor pembahasan Keraton Agung Sejagat, siang tadi. Hasilnya, Pemkab akan menutup Keraton Agung Sejagat.

Asisten 3 Bidang Administrasi dan Kesra Setda Purworejo, Pram Prasetyo Achmad, menegaskan keberadaan keraton itu menimbulkan keresahan dan kerawanan. Selain itu, bangunan keraton juga disebut tidak memiliki izin.

"Namun yang jelas karena ini sudah menimbulkan dampak baik keresahan dan kerawanan maka sekali lagi bupati memerintahkan kegiatan yang ada di Desa Pogung Jurutengah terkait dengan Keraton Agung Sejagat untuk dihentikan," katanya saat ditemui detikcom usai rakor yang dihadiri Forkopimda. (alg/rih)