Kaleidoskop 2019

Mutilasi Sadis PNS Bandung hingga Ibu Kubur Anak Sendiri di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 21:10 WIB
Peragakan mutilasi PNS Bandung di Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

2. Kasus Pembunuhan dan Mutilasi PNS Kemenag Bandung

Kasus pembunuhan dan mutilasi seorang PNS Bandung pertama kali terungkap setelah warga Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas menemukan potongan tubuh dalam kondisi hangus terbakar. Potongan tubuh diduga kepala, tangan, kaki itu ditemukan do selokan desa Watuagung RT 08 RW 03 Dukuh Plandi, pada Senin (8/7) sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah dilakukan visum, diketahui potongan tubuh itu Komsatun Wachidah (51) warga Cileunyi, yang berprofesi sebagai PNS Kemenag Bandung. Pelakunya seorang residivis yang dihukum kasus penculikan mahasiswi Unsoed Purwokerto yang baru saja bebas yakni Deni Prianto.


Pelaku tega membunuh dan memutilasi karena tergiur ingin menguasai harta korbannya. Sebelum dibunuh, pelaku dan korban yang sama-sama telah berkeluarga ini sempat berkenalan melalui media sosial Facebook tersebut akhirnya menjalin hubungan asmara.

Komsatun dihabisi setelah keduanya selesai berhubungan di kamar kosnya di Bandung menggunakan palu, Sabtu (6/7). Pelaku pun tega memutilasi tubuh korban dan membuangnya ke sejumlah tempat di wilayah Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara lalu dibakar. Kemudian pelaku menjual mobil milik korban.

"Rencana dia setelah mendapatkan uang, dia ingin bangun rumah. Jadi dengan uang Rp 100 juta itu dia ingin bangun rumah untuk keluarganya, karena selama ini masih numpang di rumah orang tuanya," ujar Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun.


Kini pelaku sudah dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum. Kasus tersebut tinggal menunggu keputusan majelis hakim di di PN Banyumas.

3. Mayat Remaja Ditemukan Terkubur di Pekarangan Rumah

Bulan November 2019, warga Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Cilacap digegerkan dengan penemuan mayat seorang remaja FH (18) yang terkubur di pekarangan rumahnya. Sebelum ditemukan tewas, FH diketahui memiliki keterbelakangan mental.

Tetangga korban, Sumarti (58) mengaku curiga sejak 10 hari terakhir tak mendengar suara tangisan FH. Apalagi di rumah itu FH hanya tinggal berdua bersama ibunya Sri Muhayati (57).


Saat ditanyakan ke si ibu, FH disebut berada di rumah ayahnya yang berada di Majenang. Kedua orang tua FH sendiri telah berpisah tak lama setelah menikah. Hingga akhirnya warga nekat mengecek rumah tersebut dan menemukan gundukan tanah di belakang rumah.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3