Permudah Sistem Tanam Padi, Warga Gunungkidul Ciptakan 'Atabela'

Permudah Sistem Tanam Padi, Warga Gunungkidul Ciptakan 'Atabela'

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 00:14 WIB
Atabela ciptaan Jayadi di Gunungkidul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Atabela ciptaan Jayadi di Gunungkidul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul - Guna meningkatkan produktivitas tanaman padi di tengah minimnya lahan pertanian saat ini, seorang warga Dusun Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Jayadi (52) melakukan inovasi untuk mempercepat penyebaran dan penanaman benih padi.

Inovasi tersebut dengan menciptakan alat bernama 'Atabela'. Alat tersebut mampu memangkas waktu saat menebar benih padi pada luasan lahan 1 hektar yang biasanya memerlukan waktu 10 hari menjadi 2,5 hari saja.

Jayadi yang sehari-hari berprofesi sebagai ASN di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BPTP Dinas Pertanian DIY ini menjelaskan, bahwa 'Atabela' adalah singkatan dari Alat Tanam Benih Langsung. Di mana alat tersebut mulai ia ciptakan bulan September lalu, tepatnya setelah ia menyadari sulitnya memperluas lahan pertanian di Yogyakarta.

"Saya sebagai pegawai Dinas Pertanian (DIY) mempunyai beban bahwa produksi padi kita itu harus naik. Karena apa? lahannya kita terbatas, tapi yang makan tambah banyak," katanya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (3/12/2019) sore.


Karena itu, Jayadi ingin meningkatkan produksi beras. Menurutnya, ada 2 cara untuk meningkatkan produksi beras, yakni dengan ekstensifikasi atau melakukan perluasan lahan pertanian dan ekstensif, yakni peningkatan produktivitas pada lahan pertanian yang sama.

"Nhah, di Jogja, atau Jawa kan tidak mungkin kalau memperluas lahan pertanian. Kita bisanya hanya meningkatan produktivitas dalam 1 lahan, dan salah satu caranya dengan menambahkan jumlah tanaman," ucapnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5