Pascakecelakaan Maut, ORI Beri Catatan Ini ke Operator Trans Jogja

Pascakecelakaan Maut, ORI Beri Catatan Ini ke Operator Trans Jogja

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 15:23 WIB
Kepala ORI DIY Budhi Masthuri (Usman Hadi/detikcom)
Kepala ORI DIY Budhi Masthuri (Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY telah meminta klarifikasi kepada PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku operator dan pengelola Trans Jogja menyusul insiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang pemotor. ORI memberikan sejumlah catatan agar PT AMI berbenah. Apa saja?

"Ada temuan yang menarik, memang Trans Jogja ini tidak ditarget setoran maupun poin, tapi mereka ditarget namanya headtime, jadi setiap jarak satu mobil (bus) dengan mobil (bus) lainnya itu ada headtime-nya," jelas Kepala ORI DIY Budhi Masthuri, Selasa (3/12/2019).

"Headtime itu sudah tiga tahun belum dievaluasi, sehingga bisa jadi kondisi tiga tahun lalu dengan sekarang sudah berbeda. Ada kemacetan dan sebagainya yang menyebabkan orang untuk mengejar headtime itu bisa jadi akan mengalami kesulitan, sehingga ngebut," katanya.


Kemudian ORI DIY menyoroti dualisme pengelolaan Trans Jogja antara PT AMI dan PT Jogja Tugu Trans (JTT). Kendati dalam pelaksanaannya kedua PT itu berbagi tugas, PT AMI bertindak sebagai pengelola dan PT JTT sebagai operator bus Trans Jogja.

"Jadi busnya pun ada busnya AMI, ada busnya JTT. Tapi dipastikan yang mengalami insiden kemarin busnya AMI, tapi ketika kita tanya misalkan headtime-nya (PT AMI dan JTT) sama nggak, beda ternyata headtime-nya," ungkap Budhi.

"AMI itu headtime-nya 12 menit, JTT headtime-nya delapan menit jarak antarbus. Nah, bagaimana bisa berbeda, itu yang kita telusuri lagi. Yang pasti kemudian headtime ini sudah lebih-kurang tiga tahunan belum dievaluasi," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2