Selama 2019, 11 Orang Meninggal karena HIV/AIDS di Gunungkidul

Selama 2019, 11 Orang Meninggal karena HIV/AIDS di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 02 Des 2019 21:26 WIB
Ilustrasi (Foto: iStock)
Ilustrasi (Foto: iStock)
Gunungkidul - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyebut data dari Januari hingga awal Desember 2019 ini ada 11 orang yang meninggal karena HIV/AIDS di Gunungkidul. Selain itu, jumlah kasus HIV/AIDS tahun ini juga mengalami peningkatan.

"Dari data sementara, ada 11 orang yang meninggal dunia (karena HIV/AIDS di Gunungkidul). Sebelas orang itu terdiri atas 9 (orang) laki-laki dan 2 (orang) perempuan," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka, Senin (2/12/2019).

Selain itu, dari Januari hingga awal Desember ini, jumlah kasus HIV/AIDS di Gunungkidul mencapai 49 kasus. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk 2017 ada 36 kasus, 2018 ada 48 kasus, dan tahun ini mungkin meningkat (menjadi 49 kasus). Kalau secara akumulatif, dari 2006 hingga saat ini tercatat ada 419 kasus (HIV/AIDS di Gunungkidul)," ujarnya.


Adapun 49 kasus itu terdiri atas Kecamatan Wonosari dan Girisubo sebanyak 7 kasus, Semanu 6 kasus, Tepus 5 kasus, Gedangsari dan Karangmojo 4 kasus, Nglipar, Rongkop dan Saptosari 3 kasus, Patuk 2 kasus. Sedangkan untuk Kecamatan Paliyan, Panggang, Semin, Tanjungsari, dan Ngawen masing-masing satu kasus.

"Setiap tahun memang ada peningkatan jumlah (kasus) HIV/AIDS, kemungkinan tahun depan akan mengalami peningkatan juga," ucapnya.


Karena itu, Dinkes saat ini tengah berupaya menekan kasus HIV /AIDS di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya dengan menjaring yang belum terdeteksi, kemudian memastikan mereka mendapatkan perawatan yang benar.

"Salah satu upaya menekan HIV/AIDS (di Gunungkidul) adalah melaksanakan layanan tes HIV gratis dengan VCT (voluntary, counselling and testing)," kata Priyanta. (mbr/mbr)