Tersangka Kredit Fiktif Rp 1,9 M Bank BUMN di Kendal Serahkan Diri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 15:53 WIB
Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (31/7/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (31/7/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Tersangka kasus kredit fiktif di salah satu bank BUMN di Kabupaten Kendal menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Sebelumnya, upaya penjemputan paksa sudah dilakukan terhadap tersangka bernama Supriyono alias Jefri itu.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah Ketut Sumedana mengatakan, Jefri tidak memenuhi tiga kali panggilan jaksa. Kemudian hari Kamis (28/11) kemarin dilakukan upaya penjemputan paksa namun yang bersangkutan tidak ada di rumah.

"Keluarga kemudian menelepon Jefri dan katanya sore mau datang, ternyata tidak datang. Ini tadi dihubungi oleh petugas dan akhirnya datang sendiri," kata Ketut, Jumat (29/11/2019).


Kini Jefri ditahan di Lapas Kedungpane Semarang selama 20 hari untuk proses penyidikan. Jefri disangka berperan memberikan data nasabah pada tersangka Yuna Yanwar yang merupakan tenaga marketing dan analisis mikro (mantri) di bank BUMN di Kendal.

"Ini yang membantu YY mempersiapkan lebih dari 45 calon nasabah fiktif terutama KTP, mereka dapat bagian satu calon nasabah sampai Rp 2,5 juta," jelas Ketut.

Dalam kasus kredit fiktif tersebut, total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,9 miliar dan baru dikembalikan oleh tersangka Yuna sebesar Rp 200 juta. Yuna sudah terlebih dulu ditahan di Lapas Kedungpane untuk proses penyidikan.

"YY ini membuat kredit sendiri, memutuskan, sendiri, mencairkan sendiri. KTP nasabah dari J (Jefri)," pungkas Ketut.
Selanjutnya
Halaman
1 2