Eks Sekda Jateng Dikukuhkan Jadi Guru Besar Tidak Tetap Undip

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:39 WIB
Eks Sekda Jateng Sri Puryono dikukuhkan jadi guru besar tidak tetap Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (22/11/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Eks Sekda Jateng Sri Puryono dikukuhkan jadi guru besar tidak tetap Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (22/11/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Sementara itu, Sri Puryono dalam pemaparannya orasi ilmiahnya menyampaikan soal pemanfaatan ekoregion terhadap pengelolaan lingkungan pesisir. Sri fokus pada kasus Teluk Semarang yang memiliki luas perairan 174.170 hektare serta pencemaran sungai yang dilakukan di hulu.

"Menurut saya topik lagi in itu berita kawasan pesisir belum banyak yang menyentuh, S3 saya soal kawasan pesisir juga, ini melanjutkan. Lihat data dan fakta, kepedulian terhadap pesisir masih kurang," kata Sri.


Menurut Sri, dari penelitiannya ada perkembangan dalam pengelolaan hutan mangrove di kawasan pesisir. Tahun 2009 hanya ada 3,76 persen tanaman mangrove di teluk Semarang.

"Saat ini ada 22,75 persen dan bisa terus ditingkatkan dan bisa dirasakan oleh masyarakat pesisir," pungkasnya.


Sedangkan terkait jabatan Sekda Jawa Tengah, Sri sudah menyelesaikan masa jabatan sejak 24 Oktober 2019 lalu. Ganjar kemudian menunjuk Heru Setiadhie sebagai Pelaksana Harian Sekda Jateng.

"Saya sudah menunjuk Pak Herru sebagai Pelaksana Harian Sekda Jateng, surat keputusannya tertanggal 25 Oktober 2019," kata Ganjar.

Ganjar juga akan melakukan lelang jabatan untuk pemilihan sekda definitif yang baru. Politikus PDIP itu memang selalu menerapkan proses lelang untuk mengisi jabatan di Pemprov Jateng.

Halaman

(alg/rih)