Larangan Kepemilikan Tanah untuk Etnis China di Yogya Kembali Digugat

Round-Up

Larangan Kepemilikan Tanah untuk Etnis China di Yogya Kembali Digugat

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 09:00 WIB
Tradisi Grebeg di Keraton Yogyakarta tempo dulu. (Foto: Repro, buku Kota Jogjakarta 200 Tahun)
Tradisi Grebeg di Keraton Yogyakarta tempo dulu. (Foto: Repro, buku 'Kota Jogjakarta 200 Tahun')
Yogyakarta - Mahasiswa FH UGM, Felix Juanardo Winata, menggugat UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY ke MK. Menurutnya, UU itu mendiskriminasi WNI keturunan seperti dirinya, sehingga ia tidak bisa memiliki hak milik tanah di Yogyakarta.

Dekan FH UGM, Sigit Riyanto, membenarkan Felix adalah mahasiswanya. Berdasarkan penelusuran di data base kemahasiswaan, Felix tercatat sebagai mahasiswa strata 1 FH UGM angkatan 2017 asal Jakarta.

"Iya, benar, (Felix mahasiswa FH UGM) S1. Dia angkatan 2017 itu berarti semester lima," jelas Sigit saat dihubungi wartawan, Rabu (20/11/2019) kemarin.

"(Felix) dari Jakarta sepertinya ya, saya belum baca biodatanya secara lengkap. Tetapi kalau di data base di fakultas itu alamatnya di Jakarta kalau tidak salah," terangnya.


Sigit tak mempermasalahkan gugatan mahasiswanya itu. Sebab, kata Sigit, setiap warga negara termasuk mahasiswa memiliki hak yang sama di mata hukum dan berhak melayangkan gugatan terhadap UU ke MK.

"Warga negara yang hak konstitusionalnya terlanggar atau merasa dilanggar boleh mengajukan gugatan terhadap peraturan perundang-undangan yang dianggap berpotensi, bertentangan dengan konstitusi (ke MK)," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4