Aula SMK di Sragen Roboh, Begini Cerita Siswa

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 21:33 WIB
Foto: Andika Tarmy/detikcom
Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen - Robohnya aula SMK Negeri 1 Miri Sragen, melukai 22 siswanya hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Menurut pihak rumah sakit, mayoritas para siswa mengalami patah tulang dan pusing di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

22 korban luka tersebut dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat diantaranya RS YAKSI Gemolong (4 orang), RSUD Gemolong (1 orang), RS Assalam Gemolong (7orang), RSUD Sragen (7 orang) dan RS Karima Utama Kartasuro (3 orang).

Menurut petugas jaga IGD RS Assalam, Ria Suharni, awalnya ada 14 siswa yang dibawa untuk mendapatkan perawatan. Tujuh orang sudah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, sementara 7 lainnya harus dirujuk ke RSUD Sragen. Sehingga saat ini, sudah tidak ada korban yang dirawat di RS Assalam.

"Tujuh (korban) yang dirujuk itu ada 3 orang yang kemungkinan mengalami cidera kepala, sehingga harus mendapatkan CT Scan, sisanya mengalami fraktur (patah tulang)," ujar Ria.

Dari seluruh korban yang masuk ke RS Assalam, lanjutnya, mayoritas memang mengeluh pusing di bagian kepala serta luka lecet di beberapa bagian. Sementara untuk korban yang dirawat jalan, hanya mengeluh pusing dan lemas.

Bagas Aria Putra, menjadi korban terakhir yang dirawat di RS Assalam. Bagas harus mendapatkan jahitan akibat luka di bagian kepala. Bagas diperbolehkan pulang setelah selesai mendapatkan perawatan.

Bagas sendiri mengaku tidak banyak ingat seputar kejadian yang menimpanya. Dirinya langsung tak sadarkan diri setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

"Waktu kejadian hujan dan angin kencang sekali. Saya sebenarnya ingin lari ke arah koperasi, tapi baru lewat depan aula tiba-tiba nggak sadar," terangnya.

Bagas baru siuman setelah teman-temannya mengevakuasinya ke ruang UKS. Setelah itu, Bagas dibawa ke RS Assalam untuk mendapatkan perawatan. (bgk/bgs)