detikNews
Jumat 15 November 2019, 07:11 WIB

Round-Up

Klaten Siaga Hadapi 'Teroris' Vespa Affinis yang Tewaskan 2 Warga

Achmad Syauqi - detikNews
Klaten Siaga Hadapi Teroris Vespa Affinis yang Tewaskan 2 Warga Proses evakuasi sarang tawon di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi)
Klaten - Teror tawon vespa affinis atau yang oleh warga disebut tawon endhas semakin ganas di Klaten, Jateng. Bulan November ini tercatat 2 warga Klaten tewas diserang 'teroris' vespa yang semakin mengganas.

Korban tewas pertama adalah Ibu Warsomo (87), warga Dusun Tegal Duwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari. Dia diserang puluhan tawon vespa pada Rabu (6/11) lalu. Meskipun sempat mendapatkan perawatan, kondisinya semakin melemah dan meninggal, Rabu (13/11).

Korban tewas berikutnya adalah Lanjar (62), warga Dusun Tegalyoso, Desa Sembung, Kecamatan Wedi, meninggal dikeroyok sengatan tawon vespa pada Selasa (12/11) saat mencari pakan. Korban dilarikan ke mantri, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dimakamkan pada Rabu (13/11).


Data di markas Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten menyebutkan, selama Januari-Oktober, terdapat 225 laporan gangguan tawon Vespa. Dari jumlah itu, terdapat 69 orang menjadi korban sengatan.

Angka tersebut lebih besar dibanding catatan kejadian pada 2017, sebanyak 217 laporan, dengan warga tewas 3 orang. Sedangkan pada 2018, tercatat 170 kasus dengan 5 warga tewas karena serangan itu.

Relawan penanganan tawon, Tara Kus Setiawan, mengatakan sejak September jumlah laporan dari warga meningkat. Sementara biasanya hanya 1-2, kini sehari bisa 3-4 laporan dari berbagai daerah.

"Jumlah kasus sarang yang kami tangani sudah 200 lebih. Hal itu karena September-November musim bertelur," ungkapnya.


Atas kejadian tersebut, sebanyak 34 Puskesmas, fasilitas kesehatan, dan dokter praktik di Kabupaten Klaten disiagakan untuk penanganan sengatan tawon vespa affinis.

"Kepada masyarakat sudah kami sampaikan imbauan. Untuk internal, 34 puskesmas dan fasilitas kesehatan kami ingatkan untuk mematuhi prosedur penatalaksanaan sengat tawon," kata Kepala Dinas Kesehatan Klaten Cahyono Widodo saat ditemui di kantornya, Kamis (14/11/2019).


Menurut Cahyono, upaya penanganan sengatan tawon sudah dilakukan sejak 2018. Berbagai sosialisasi dan pelatihan digelar.

Bahkan tahun lalu pelatihan yang diikuti 34 Puskesmas dan fasilitas kesehatan, termasuk dokter praktik, menghadirkan ahli racun dari World Health Organization (WHO). Sudah dijelaskan secara lengkap prosedur penatalaksanaan sengatan tawon.
(mbr/mbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com