detikNews
2019/11/13 17:50:24 WIB

Kata Polisi Soal Polemik Penolakan Warga pada Ritual Piodalan di Bantul

Usman Hadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kata Polisi Soal Polemik Penolakan Warga pada Ritual Piodalan di Bantul Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto. Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan soal kegiatan doa leluhur atau wafatnya Ki Ageng Mangir atau ritual Piodalan oleh Paguyuban Padma Buwana di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, kemarin. Berikut penjelasan polisi.

Yuliyanto menjelaskan sebelum insiden di Sekretariat Paguyuban Padma Buwana terjadi telah ada pertemuan pihak terkait di Polsek Pajangan, Senin (11/11). Pertemuan itu menyepakati agar kegiatan di Paguyuban Padma Buwana dibatalkan.

"Hasilnya malam itu, Senin malam, adalah untuk ritual (Piodalan di Sekretariat Paguyuban Padma Buwana) itu tidak dilaksanakan. Namun pada hari Selasa (12/11) memang ritual tetap dilaksanakan," ujar Yuliyanto kepada wartawan di Mapolda DIY, Rabu (13/11/2019).

Yuliyanto memastikan tidak ada pembubaran kegiatan di Sekretariat Paguyuban Padma Buwana oleh polisi. Menurutnya, yang ada ialah polisi bersama-sama dengan aparat TNI berusaha mengamankan pelaksanaan kegiatan tersebut.


"Dan sebenarnya juga kegiatan itu berjalan dari siang sampai dengan kira-kira jam 16.00 WIB. Kita belum bisa menilai apakah itu kegiatan merupakan kegiatan ibadah aliran kepercayaan atau Hindu atau Budha. Kita belum bisa menilai," terang Yuliyanto.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, hingga kini Paguyuban Padma Buwana belum terdaftar sebagai aliran kepercayaan di Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). Artinya paguyuban itu belum bisa dikategorikan sebagai aliran kepercayaan.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com