Sardjito, Pembuat Biskuit Tentara Republik yang Kini Pahlawan Nasional

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 09:30 WIB
Lukisan foto Prof Sardjito. (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Selain itu, Sardjito juga berjasa dalam mengamankan vaksin cacar yang dikembangkan Institut Pasteur Bandung dari tangan Jepang dan Sekutu. Kala itu, keberadaan vaksin cacar amat dibutuhkan pihak Republik.

"Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Pasteur, sehingga waktu itu memindahkan vaksin jika dibawa dengan, mungkin wadahnya itu takut ketahuan di jalan oleh pemerintah Belanda atau Jepang yang saat itu," tutur Panut.

"Sehingga (vaksin cacarnya) disuntikkan di kerbau, nanti setelah sampai Klaten itu vaksinnya diambil lagi. Kemudian (kiprah) beliau (yang lainnya) juga aktif atau pernah menjadi kepala PMI, Palang Merah Indonesia," sambungnya.


Tak hanya berjasa mengamankan vaksin cacar, Sardjito juga berjasa besar dalam proses pendirian sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. Di antaranya ia membantu pendirian Perguruan Tinggi di Universitas Airlangga di Surabaya dan Unsoed Purwokerto.

Atas jasa-jasanya pada kemanusiaan, namanya kini diabadikan untuk nama rumah sakit pemerintah terbesar di Di Yogyakarta.
(ush/mbr)