Kemarau, Warga Terpaksa Pakai Air Telaga Meski Bau dan Bikin Gatal

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 20:22 WIB
Warga Gondang, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul memanfaatkan air Telaga Winong, Selasa (29/10/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul - Terkendala biaya untuk membeli air bersih, warga Dusun Gondang, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, pun memanfaatkan air telaga yang berwarna hijau pekat. Air di telaga itu dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, hingga memberi minum hewan ternak.

Pantauan detikcom, air di telaga bernama Telaga Winong itu berwarna hijau. Bahkan di beberapa sudut, air telaga tercium bau tak sedap. Tak jauh tampak adanya tumpukan sampah di pinggir telaga.

Kendati demikian, beberapa warga terlihat santai mencuci pakaian menggunakan air di Telaga Winong. Terdapat pula warga yang mandi di telaga tersebut.


Warga Dusun Gondang, Sunarni (45), mengaku setiap hari datang ke Telaga Winong untuk mencuci pakaian dan mandi. Hal itu ia lakukan karena terkendala biaya untuk membeli air bersih.

"Setiap siang atau sore saya ke sini untuk nyuci (pakaian) dan sekalian mandi. Karena harga air bersih per kubiknya Rp 12 ribu, terus seminggu saya butuh 3-4 kubik," katanya sambil mencuci pakaian di Telaga Winong, Selasa (29/10/2019).

"Daripada keluar biaya, mending memanfaatkan air di sini. Apalagi air di sini ini tidak pernah kering saat kemarau," imbuhnya.

Sunarni mengaku sebatas memanfaatkan air Telaga Winong untuk mencuci pakaian dan mandi, tidak sampai mengonsumsinya.

"Tapi kalau dikonsumsi tidak lho, Mas. Paling mentok untuk minum ternak saja kalau ambil air dari sini," katanya.

Ia terpaksa memanfaatkan air telaga ini karena tidak ada sumber air lain di dusunnya. "Mau gimana lagi? Wong tidak ada sumber air bersih di sini," ucapnya.

Kemarau, Warga Terpaksa Pakai Air Telaga Meski Bikin Gatal dan Bau
Sampah mencemari air Telaga Winong hingga menimbulkan bau tak sedap dan bikin gatal, Selasa (29/10/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Untuk efek pada kulit saat mandi menggunakan air berwarna hijau tersebut, Sunarni menyebutkan, kalau tidak terbiasa, bisa menimbulkan gatal.

"Kalau yang tahan ya tidak gatal-gatal seperti saya ini. Tapi, kalau yang tidak tahan, ya gatal-gatal badannya. Nanti ada bintik-bintik itu di badannya. Tapi ya gimana lagi, Mas. Adanya air di sini dan bantuan air bersih sangat jarang, ya disyukuri saja, Mas," imbuh Sunarni.


Warga lainnya, Wardi (77), mengaku memanfaatkan air di Telaga Winong untuk mandi dan memenuhi kebutuhan hewan ternak.

"Saya biasanya ke sini pagi sama sore. Mandi, terus ambil air satu jeriken untuk minum hewan ternak saya," ucapnya.

Kemarau, Warga Terpaksa Pakai Air Telaga Meski Bau dan Bikin GatalWarga Gondang, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, memanfaatkan air Telaga Winong, Selasa (29/10/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Wardi menambahkan hal tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada sumber air bersih di dusunnya. Apalagi warga sangat jarang menerima bantuan air bersih.

"Untuk bantuan (air bersih) belum ada setahu saya. Jadi adanya air di telaga ya saya manfaatkan saja, yang penting air di telaga tidak kering," imbuhnya.


Simak juga video "Sedih, Warga Polman Harus Jalan 2 Km Demi Air Bersih" :

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)