detikNews
Kamis 24 Oktober 2019, 12:40 WIB

Tak Soal Menag dari Militer, Muhammadiyah: Asal Pemahaman Agama Baik

Akrom Hazami - detikNews
Tak Soal Menag dari Militer, Muhammadiyah: Asal Pemahaman Agama Baik Haedar Nashir (paling kiri), di Universitas Muhammadiyah Kudus. -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, tak mempersoalkan Presiden Jokowi memilih Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. Menurutnya, tak soal Menag dari kalangan militer, yang penting pemahaman agamanya baik.

"Menteri Agama dari militer? Semua menteri, termasuk Menteri Agama, saya percaya akan menjalankan tugasnya dengan baik," kata Haedar saat meresmikan SM Corner Universitas Muhammadiyah Kudus, Kamis (24/10/2019).

Bahkan dia tidak mempersoalkan dengan latar belakang pribadi seorang menteri. Dia menyontohkan pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto juga menunjuk Menag dari kalangan militer.

"Soal latar belakang, itu kan bisa bermacam-macam. Dulu zaman Orde Baru pernah ada menteri agama, Letjen Alamsjah Ratu Prawiranegara, yang militer," kata dia.


Haedar menegaskan orang yang terpilih menjadi menteri agama, baik nonmiliter atau militer, tak jadi soal. Yang penting, kata dia, sosok tersebut punya wawasan atau pemahaman agama yang baik.

"Jadi menteri agama militer, atau nonmiliter, yang penting punya pemahaman agama yang baik. Kemudian bisa menjalankan tugas sesuai tupoksinya dengan baik," ujarnya.

"Yang terakhir membawa Kementerian Agama makin maju, good governance dan bisa menjalin hubungan dengan semua kekuatan agama," imbuhnya.


Penunjukan menteri agama dari kalangan militer memang bukan hal baru di Indonesia. Presiden Soeharto pernah menunjuk Letjen Alamsjah Ratu Prawiranegara sebagai Menag. Selanjutnya Presiden Soeharto juga pernah mempercayakan posisi yang sama kepada Laksamana Muda TNI (Purn) Tarmizi Taher.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com