Rekrut Calon TKI Ilegal, Ibu Rumah Tangga di Brebes Dibekuk Polisi

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 23 Okt 2019 17:28 WIB
Wanita perekrut calon TKI ilegal di Brebes ditangkap polisi. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Seorang ibu rumah tangga di Brebes, Jawa Tengah ditangkap polisi karena merekrut calon TKI ilegal. Para pencari kerja ini dijanjikan kerja di Abu Dhabi.

Wanita bernama Ida Zarodah bin Somari (51) merupakan warga RT 017, RW 01 Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Kasat Reskrim Polres Brebe, AKP Triagung Suryomicho mengungkapkan, kasus itu terbongkar berawal dari laporan warga terkait adanya praktik perekrutan calon TKI yang tidak sesuai prosedur.

Praktik itu terjadi di Kecamatan Losari dan sekitarnya. Atas laporan tersebut, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap seorang pelaku.

"Baru satu pelaku yang ditangkap. Sementara pelaku lain, berinisial M, warga Cirebon masih kami kejar dan masuk Daftar Pencarian Orang tim kami," ungkapnya kepada wartawan di Mapolres Brebes, Rabu (23/10/2019).


Menurut Triagung, Ida yang berstatus ibu rumah tangga itu bertugas merekrut para calon TKI untuk diberangkatkan ke Abu Dhabi. Ida mendatangi rumah setiap calon TKI, kemudian setelah ada kesepakatan, dia akan mengantarkan calon TKI itu ke pelaku lain berinisial M.

Triagung menjelaskan bahwa prosedur pemberangkatan TKI yang dilakukan Ida dan rekannya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan, setiap calon TKI yang direkrut diminta membayar uang senilai Rp 5 juta dengan syarat yang telah mereka tetapkan.


Tak hanya itu, penempatan tenaga kerja di wilayah Abu Dhabi juga telah menyalahi aturan. Sebab, sesuai ketentuan yang berlaku, penempatan TKI di wilayah tersebut dilarang pemerintah.

"Kasus ini masih terus kami kembangkan, karena diduga ini merupakan satu jaringan perekrutan TKI Ilegal di Brebes. Termasuk, mengembangkan apakah ada korban-korban lain," tandasnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 84 Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan pasal 10 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.


"Pelaku ini diancam hukuman maksimal selama 10 tahun penjaran dan denda paling banyak Rp 15 miliar," terangnya.

Diwawancara terpisah, Ida mengaku dirinya hanya bertugas mencari calon TKI. Dari setiap orang yang direkrutnya, Ida mendapatkan upah rata-rata Rp 4 juta.

"Saya hanya diminta untuk mencari calon TKI yang berminat. Selebihnya saya tidak tahu menahu. Setelah mendapat orang, baru saya menerima upah," tuturnya. (sip/sip)