Cupu Panjala di Gunungkidul Dibuka, Apa Ramalannya?

Cupu Panjala di Gunungkidul Dibuka, Apa Ramalannya?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 20:11 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Masyarakat Gunungkidul memiliki tradisi unik menjelang musim tanam, seperti halnya warga Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul yang membuka Cupu Panjala setiap tahunnya. Untuk pembukaan cupu tahun ini, terdapat berbagai gambar seperti kepala singa, tokoh pewayangan Kresna hingga kerangka manusia. Apa maknanya dari ramalan itu?

Pembukaan Cupu Panjala sendiri setiap tahunnya digelar di kediaman Dwidjo Sumarto, Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan untuk tahun ini, pembukaan cupu dilaksanakan dini hari tadi, Selasa (22/10/2019) dengan serangkaian prosesi terlebih dahulu.

Rangkaian tersebut seperti suguhan dari tuan rumah berupa nasi uduk dan ayam sekitar jam 11 malam. Memasuki dini hari, kembali dilakukan kenduri. Berbeda dengan prosesi pertama, kali ini setiap 2 pengunjung harus memakan satu piring berisi nasi gurih, peyek, srundeng.

Selesai melewati prosesi tersebut, dimulailah pembukaan kain pembungkus 3 cupu yang masing-masing bernama Cupu Semar Tinandu yang merupakan gambaran keadaan penguasa dan pejabat tinggi. Cupu Palang Kinantang sebagai gambaran untuk masyarakat menengah ke bawah dan Cupu Kenthiwiri untuk menggambaran rakyat kecil.

Prosesi pembukaan Cupu Panjala dipimpin oleh seorang juru kunci, yang bertugas untuk melihat dan menyebutkan tafsiran pada gambar yang terdapat di kain pembungkus Cupu tersebut. Masyarakat pun begitu antusias mengikuti prosesi tersebut. Padatahun ini gambar pada kain pembungkus ada yang bergambar kepala singa, tokoh pewayangan Kresna hingga kerangka manusia.

Kepala Desa Girisekar, Sutarpan menjelaskan pembukaan Cupu Panjala selalu berlangsung meriah setiap tahunnya. Ia menyebut bahwa untuk pembukaan Cupu tahun ini dihadiri ribuan orang.

"Setiap tahunnya memang banyak warga yang sengaja datang untuk melihat pembukaan Cupu Panjala. Banyaknya warga yang datang ini sebagai simbol menjalin persaudaraan," katanya kepada wartawan, Selasa (22/10/2019) dini hari.

Menyoal gambar yang terdapat pada kain pembungkus Cupu tersebut, Sutarpan enggan mengartikan pertanda apa yang akan muncul. Menurutnya, hal itu karena juru kunci telah menyampaikan gambar yang terdapat pada kain pembungkus kepada warga yang datang, meski diakuinya sang juru kunci tidak secara detail menyebutkannya.
Pembukaan Cupu PanjalaPembukaan Cupu Panjala Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Yang jelas saya berharap masyarakat dapat mengambil sisi positif dari pertanda tersebut (gambar pada kain pembungkus Cupu Panjala)," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, CB Supriyanto menyebut, tradisi pembukaan Cupu Panjala adalah tradisi tahunan yang selalu dilakukan pada hari Selasa Kliwon. Pembukaan Cupu Panjala sendiri merupakan prediksi terkait dengan masalah pertanian dalam satu tahun kedepan.

"Tapi karena perkembangan zaman, saat ini orang-orang menafsirkannya secara berbeda, ada yang dikaitkan politik, sosial budaya dan perkembangan teknologi," katanya.

"Tapi ya kembali lagi, terserah orang-orang mau menafsirkannya," imbuh Supriyanto.


Berikut hasil dari simbol-simbol yang muncul dari pembukaan Cupu Panjala tahun ini:

1. lembar 23 kosong bersih kering.
2. Sisih kidul kulon ana gambar wayang togog madhep ngidul ngulon.
3. Sisih kulon ana gambar kerangka manusia.
4. Sisih wetan sirah singa.
5. Sisih kulon babon kutuk madep ngalor.
6. Sisih wetan ana bercak darah basah.
7. Sisih lor ana gambar wadon tangan diangkat diatas kepala madep ngalor ngulon.
8. Sisih wetan ana barang warna menyerupai gamping.
9. Sisih lor wetan ana lanang katok cekak macul.
10. Sisih kidul ana gambar ombak segoro kemule tetep garing.
11. Sisih kidul kulon ana gambar keris.
12. Sish lor wetan ana gambar olahraga ngadep ngidul ngetan (lanang).
13. Sisih wetan eneng rambut cendak.
14. Sisih lor ana wit jagung ra eneng godonge eneng woh e.
15. Sisih kulon ana gambar wayang kresno.
16. Sisih lor wetan ana wong lanang mlumah tangane ngrancung kiwo tengen nduwur sirah mburi.
17. Sisih kidul ana wetan gambarnasu ngulon.
18. Sisih ana kulon pesawat helikopter.
19. Sisih kidul wetan gambar sirah 4, gede 2, cilik 2.
20. Sisih kulon ana gambar komodo.
21. Kemul e garing kaku bersih.
22. Cupu semar kinandu doyong ngulon.
23. Semar kinantang jejeg, palang kinantang jejeg.
24. Kenthi wiri doyong ngalor wetan.

(bgk/bgs)