detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 09:20 WIB

Lebih dari Seribu Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Jawa Tengah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Lebih dari Seribu Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Jawa Tengah Rumah rusak akibat angin kencang menerjang dataran tinggi Dieng. -- Foto: Uje Hartono/detikcom
Semarang - Angin kencang yang menerjang pemukiman warga terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah. Lebih dari 1.000 rumah terdampak akibat kejadian yang berlangsung antara hari Minggu (20/10) hingga Senin (21/10) kemarin.

Dari data BPBD Jawa Tengah yang diperoleh detikcom hari ini, angin kencang terjadi di Kabupaten Magelang tepatnya di 4 dusun di Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, angin kencang menyebabkan 5 rumah tertimpa pohon. Kemudian di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, 27 rumah rusak ringan.

"Di Dusun Tejosari Desa Tejosari Kecamatan Ngablak terdapat 8 rumah rusak berat," kata Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto kepada detikcom, Selasa (22/10/2019).


Kemudian di Kabupaten Brebes di Dusun Kasa, Desa Batursari, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, terdapat rusak berat 9 rumah, rusak sedang 3 rumah, rusak ringan 53 rumah.

Di Wonosobo, angin kencang berdampak ke 211 rumah di Kecamatan Sapuran, 308 rumah di Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Kepil 11 rumah, Kecamatan Kertek ada 22 rumah kemudian Gapura selamat datang perbatasan Wonosobo - Temanggung Roboh serta bangunan SDN 2 Kapencar juga terdampak.


Masih di Wonosobo, di Kecanatan Garung ada 248 rumah terdampak angin kencang. Kecamatan Kejajar ada 58 rumah terdampak. Fasilitas umum yang terdampak di Wonosobo yaitu SDN 1 Banyumudal, SDN 2 Purwojiwo, Masjid Krawatan, SDN 2 Kapencar. Dari kerusakan tersebut belum dirinci jenis kerusakan yang dialami.

"Tambah di Kabupaten Banjarnegara di satu Kecamatan Batur 8 desa di antaranya Sumberrejo, Pekasihan, Batur, Kepakesan ada 202 rumah rusak berat atapnya lepas, 510 sebagian atap lepas, dan ringan 385 rumah," pungkasnya.


Sudaryanto menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi mendata kerusakan akibat angin kencang untuk langkah yang akan diambil. Ia menyebut masih ada kemungkinan angin kencang akan terjadi.

"Fenomena angin kencang ini akibat pancaroba. Kemungkinan masih akan terjadi," tandas Sudaryanto.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com