Sekolah Pasrah Terkait Sanksi Terkait Bendera Identik HTI

Sekolah Pasrah Terkait Sanksi Terkait Bendera Identik HTI

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 23:15 WIB
Foto: Andika Tarmy/detikcom
Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen - Foto pembentangan bendera identik HTI di SMK Negeri 2 Sragen, menuai polemik. Pihak sekolah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat. Termasuk sanggup menerima, jika nantinya ada sanksi dijatuhkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

"Kejadian ini jadi pengalaman berharga bagi kami. Kami yakinkan tidak ada paparan radikalisme di sekolah kami. Namun kami harus lebih berhati-hati lagi. Kami minta maaf kalau ini dianggap salah," ujar wakil kepala sekolah (Wakasek) bidang kesiswaan SMKN 2 Sragen, Setyanjadi kepada wartawan, Jumat (18/10/2019).

Setyanjadi mengaku sudah menjelaskan segala sesuatunya, termasuk membuat laporan resmi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Lebih lanjut, pihaknya menyerahkan seluruh prosesnya kepada dinas.

"Sebagai ASN (aparatur sipil negara), kalau kami salah kami siap (menerima segala konsekuensi)," tegas Setyanjadi.

Hal senada diungkapkan pembina rohis SMKN 2 Sragen, Wera Marhento Putro. Pihaknya mengaku telah memberikan laporan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

"Dinas Pendidikan Provinsi (Jawa Tengah), sudah meminta keterangan kepada kami. Selanjutnya dinas akan memberikan keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sendiri mendukung diberikannya sanksi tegas, jika ditemukan adanya unsur pelanggaran dalam kejadian ini. Dirinya mengaku telah ditelepon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Via telepon, Ganjar mewanti-wanti untuk mencari guru yang memberikan pemahaman yang benar-benar baik kepada siswa.

"Maka dari itu, jika memang ada guru yang memberikan pemahaman yang salah, pecat! Pecat benar. Nggak ada urusan," ujarnya saat memberikan pembinaan kepada para siswa di aula SMKN 1 Sragen.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan juga mengaku masih mendalami kasus ini. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta pihak sekolah, untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya, termasuk ada tidaknya unsur kesengajaan dalam insiden pembentangan bendera identik HTI tersebut.

"Masih kami dalami. Apakah ada unsur pidana di sini, belum bisa kami simpulkan," ujarnya.

(bgk/bgk)