detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 17:56 WIB

Meriahnya Tradisi Saparan Bekakak di Gamping Sleman

Misericordias Domini - detikNews
Meriahnya Tradisi Saparan Bekakak di Gamping Sleman Foto: Misericordias Domini/detikcom
Sleman - Masyarakat Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman hari ini menggelar tradisi Saparan Bekakak. Dua pasang boneka pengantin yang terbuat dari beras ketan disembelih di dua lokasi.

Tradisi Saparan ini yang digelar pada bulan Sapar pada hari Jumat Legi berdasarkan penanggalan Jawa yang jatih hari ini, Jumat (18/10/2019). Acara tahunan ini menarik ribuan warga masyarakat Sleman.

Berdasarkan pantauan detikcom, sejak pukul 14.00 WIB ribuan warga sudah mulai berkumpul memadati sepanjang jalur kirab, yaitu mulai dari Lapangan Ambarketawang, Perempatan Delingsari, Jalan Wates, Jalan Brawijaya hingga menuju Gunung Gamping.

Upacara Saparan Bekakak dimulai pukul 15.30 WIB diawali dengan berkumpulnya seluruh peserta di lapangan Ambarketawang. Kemudian sekitar 40 kelompok peserta kirab melakukan arak-arakan mengawal dua pasang boneka pengantin. Bekakak atau boneka pengantin yang terbuat dari tepung beras ketan itu ditandu oleh warga. Bekakak tersebut dibuat oleh dusun Gamping Kidul. Kedua pasangan bekakak itu dikawal bregada prajuti serta raksasa gendruwo, wewe dan ogoh-ogoh.

Setelah diarak, boneka Bekakak dibawa ke dua titik tempat penyebelihan, yaitu bekas pesanggrahan Gunung Gamping dan Dukuh Gamping Kidul, samping Universitas Jendral Achmad Yani. Sesampainya di tempat dilakukan penyembelihan satu persatu boneka yang dibuat dari tepung ketan dan gula merah.

Sesudah prosesi penyembelihan selesai dilakukan, potongan boneka bekakak dan isi gunungan yang diarak tersebut kemudian dibagikan kepada pengunjung.

Semalam sebelum prosesi masyarakat Ambarketawang terlebih dahulu melaksanakan acara midodareni dengan melangsungkan kirab dua pasang bekakak dengan ditambah sesaji kemudian diarak dari Gamping Kidul ke Kelurahan Ambarketawang untuk diserahkan ke lurah Ambarketawang dan dimalamkan di balai desa hingga kemudian diarak kembali keesokan harinya dan disembelih.
Saparan Gamping SlemanSaparan Gamping Sleman Foto: Misericordias Domini/detikcom

"Upacara Saparan Bekakak ditujukan untuk menghargai jasa Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta yang sudah setia mengabdi di pesanggrahan Ambarketawang hingga akhir hayatnya," ungkap Kepala Pelaksanaan dan Pengamanan Upacara Saparan Bekakak Andri Yudi Irawan saat ditemui di Lapangan Ambarketawang.

"Keduanya meninggal ketika terja
di musibah longsornya Gunung Gamping di dekat pesanggrahan Ambarketawang di bulan Sapar. Namun ketika Sri Sultan Hamengkubuwono I mengutus untuk mencari jasad keduanya, jasad mereka tidak ditemukan," lanjutnya.

Saat upacara adat berlangsungarus lalu lintas di sekitar Jalan Wates, Gamping dan Ring Road Barat atau Jl Brawijaya dialihkan. Saat arak-arakan, ribuan masyarakat menyaksikan disepanjang jalan yang dilewati.

(bgk/bgk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com