Meriahnya Tradisi Saparan Bekakak di Gamping Sleman - Halaman 2

Meriahnya Tradisi Saparan Bekakak di Gamping Sleman

Misericordias Domini - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 17:56 WIB
Foto: Misericordias Domini/detikcom
Foto: Misericordias Domini/detikcom

Semalam sebelum prosesi masyarakat Ambarketawang terlebih dahulu melaksanakan acara midodareni dengan melangsungkan kirab dua pasang bekakak dengan ditambah sesaji kemudian diarak dari Gamping Kidul ke Kelurahan Ambarketawang untuk diserahkan ke lurah Ambarketawang dan dimalamkan di balai desa hingga kemudian diarak kembali keesokan harinya dan disembelih.
Saparan Gamping SlemanSaparan Gamping Sleman Foto: Misericordias Domini/detikcom

"Upacara Saparan Bekakak ditujukan untuk menghargai jasa Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta yang sudah setia mengabdi di pesanggrahan Ambarketawang hingga akhir hayatnya," ungkap Kepala Pelaksanaan dan Pengamanan Upacara Saparan Bekakak Andri Yudi Irawan saat ditemui di Lapangan Ambarketawang.

"Keduanya meninggal ketika terja
di musibah longsornya Gunung Gamping di dekat pesanggrahan Ambarketawang di bulan Sapar. Namun ketika Sri Sultan Hamengkubuwono I mengutus untuk mencari jasad keduanya, jasad mereka tidak ditemukan," lanjutnya.

Saat upacara adat berlangsungarus lalu lintas di sekitar Jalan Wates, Gamping dan Ring Road Barat atau Jl Brawijaya dialihkan. Saat arak-arakan, ribuan masyarakat menyaksikan disepanjang jalan yang dilewati.


Halaman

(bgk/bgk)