detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 13:11 WIB

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jateng Tahun Ini Meningkat 45%

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jateng Tahun Ini Meningkat 45% Police Goes To Campus melalui Kampus Pelopor Keselamatan (Kapeka) Berlalulintas dan Taat Pajak Kendaraan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Yogyakarta - Polda Jawa Tengah mengungkap bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Peningkatannya mencapai angka 45 persen.

"Di Jawa Tengah, tanggal 1 Januari sampai 30 September 2019 terjadi laka lantas sebanyak 19.261 kejadian. Mengalami kenaikan 45 persen dibanding kurun waktu yang sama pada 2018 yang berjumlah 13.270 kejadian," kata Wakapolda Jateng, Brigjen Ahmad Lutfi.

Hal itu diungkapkan Ahmad Lutfi saat sambutan di acara Police Goes To Campus melalui Kampus Pelopor Keselamatan (Kapeka) Berlalulintas dan Taat Pajak Kendaraan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (17/10/2019).

Police Goes To Campus melalui Kampus Pelopor Keselamatan (Kapeka) Berlalulintas dan Taat Pajak Kendaraan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.Police Goes To Campus melalui Kampus Pelopor Keselamatan (Kapeka) Berlalulintas dan Taat Pajak Kendaraan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Ahmad mengatakan dari data World Health Organization (WHO) kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian orang usia produktif di dunia termasuk Indonesia.


Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksawan menambahkan bahwa di Jawa Tengah kendaraan bermotor dan korban usia produktif memang menjadi yang paling banyak terlibat kecelakaan.

"Di Jateng, laka lantas tinggi, setiap hari rata-rata 8-10 orang meninggal dunia. Maka sejak usia dini termasuk mahasiswa gelorakan disiplin berlalulintas," ujar Rudi.

Dir Gakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Kusharyanto yang hadir dalam acara tersebut menyebut Jawa Tengah merupakan daerah rawan kecelakaan. Hal itu terlihat saat operasi ketupat atau ketika arus mudik dan balik.


"Kalau pengalaman di operasi Ketupat, Jateng tumpahan dari DKI. Jateng memang jalur yang dianggap rawan karena itu jadi evaluasi kita," kata Kusharyanto.

Selain itu, secara nasional, korban kecelakaan juga hampir didominasi generasi muda. Maka ia meminta Dirlantas Polda di seluruh Indonesia agar lebih intens melakukan pencegahan kecelakaan di usia dini.

"Mayoritas dari tahun 2018 dan 2019 didominasi jenis kendaraan sepeda motor kemudian dilihat dari segi umur adalah milenial. Maka kita sentuh usia itu. Kita gandeng Dirlantas agar lebih intens lagi dari TK, SD, hingga kampus ke kampus," ujarnya.
(alg/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com