detikNews
2019/10/16 15:36:24 WIB

Krisis Air Bersih di Pekalongan Meluas, 36.302 Jiwa Terdampak

Robby Bernardi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Krisis Air Bersih di Pekalongan Meluas, 36.302 Jiwa Terdampak Distribusi air bersih di Dusun Bantul Wetan, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/10/2019). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Krisis air bersih pada musim kemarau di Kabupaten Pekalongan meluas. Data dari BPBD setempat, wilayah terdampak sebanyak 27 desa dengan jumlah warga 36.302 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, menjelaskan bahwa catatan pekan lalu ada 26 desa terdampak. Kini terdapat 27 desa terdampak yang tersebar di 11 kecamatan.

"Wilayah terdampak sebanyak 27 desa dengan 36.302 jiwa," kata Budi, Rabu (16/10/2019).


BPBD sejauh ini terus melakukan penyaluran air ke desa terdampak. Sejak bulan Agustus 2019 hingga Rabu (16/10/2019), total 378 tangki atau sebanyak 1.775.000 liter air bersih.

"Kami sekali kirim bergilir dua truk tangki air, yang satu tangki kapasitasnya 6.000 liter," jelasnya.

Warga Dusun Bantul Wetan, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Trikuati (45), mengatakan bahwa daerahnya mulai krisis air bersih sejak awal Agustus kemarin. Warga pun mengandalkan air sungai untuk mandi, cuci bahkan untuk minum.

"Kadang kalau ada uang ya beli air bersih. Satu galon air Rp 3 ribu, butuhnya sehari sampai 4 galon," jelasnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com