detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 13:39 WIB

Viral Pria Mencurigakan Amati SD Kanisius Semarang, Ini Kata Polisi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Viral Pria Mencurigakan Amati SD Kanisius Semarang, Ini Kata Polisi Lelaki mencurigakan yang diamankan polisi di Semarang. (Foto: dok. Istimewa)
Semarang - Media sosial dihebohkan oleh kabar seorang pria memantau SD Kanisius Semarang dan membuat resah. Polisi menjelaskan pelaku tersebut memiliki gangguan jiwa dan tidak ada hubungannya dengan aksi terorisme.

Peristiwa terjadi pada Kamis (10/10) di SD yang berada di wilayah Tlogosari tersebut. Warga melaporkan adanya orang mencurigakan berbaju serbahitam berlagak seperti memotret menggunakan ponsel.

Mendapatkan laporan tersebut, polisi datang dan memeriksanya. Diketahui ternyata pria bernama Syahrul itu memiliki riwayat gangguan jiwa sejak istrinya meninggal karena kecelakaan di daerah Tugu, Semarang, 3 tahun lalu.

"Dia itu stres, istrinya meninggal. Parahnya, dulu dia kontraktor dan tertipu," kata Kapolsek Pedurungan AKP Eko kepada detikcom, Jumat (11/10/2019).


Klarifikasi sudah dilakukan ke pihak keluarga dan tetangganya di daerah Dempel, Muktiharjo Kidul, Pedurungan. Penanganan sudah diserahkan kepada pihak keluarga terkait masalah kejiwaan pria tersebut.

"Sudah dikembalikan ke RT, RW. Dari keluarga mengatakan karena ada trauma istrinya meninggal," pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Syahrul beberapa kali datang ke SD Kanisius karena dulu istrinya, yang berbeda keyakinan, sering ke sana. Gerakan memotret dengan ponsel yang membuat resah warga itu pun sebenarnya tidak benar-benar sedang memotret karena ponsel yang dibawa mati.

"Jadi dulu istrinya sering ke situ. Soal foto-foto itu, kami cek HP kosong, bahkan tidak ada nomornya," pungkas Eko.


Peristiwa tersebut sudah jelas kronologi dan keterangannya. Namun Eko juga menyesalkan munculnya informasi tidak benar yang menghubungkan peristiwa itu dengan penusukan Menko Polhukam Wiranto.

"Tidak ada hubungannya sama sekali, kebetulan pada hari yang sama," katanya. "Tidak ada indikasi lainnya," tegas Eko.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com