detikNews
2019/10/11 07:20:26 WIB

Dari Lokalisasi ke Resos, Kisah Panjang Pengentasan PSK Sunan Kuning

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 4
Dari Lokalisasi ke Resos, Kisah Panjang Pengentasan PSK Sunan Kuning Gapura Resosialisasi Sunan Kuning, Semarang. -- Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Pergantian nama Lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning menjadi Resosialisasi Argorejo sejak 2003 ternyata berdampak pada kehidupan di sana. Setidaknya tiap 3 tahun ada pekerja seks komersial yang mentas dengan modal uang dan keterampilan.

Pengelola Sunan Kuning, Suwandi, mengatakan pada 19 Agustus 1966, Lokalisasi Argorejo dibuka dengan maksud mengumpulkan menjadi satu pekerja seks yang menjajakan diri di berbagai lokasi di Kota Semarang.

"Waktu itu untuk mengumpulkan tempat maksiat di sini. Namanya Lokalisasi Argorejo, tapi karena dekat dengan makam Soen An Ing, masyarakat nyebutnya Sunan Kuning. Yang pegang waktu itu masih Pak Camat," kata Suwandi.


Kemudian ketika Suwandi menjadi pengelola, ia berusaha membuat lokalisasi menjadi tempat rehabilitasi dengan nama Resosialisasi. Ia pernah menyeminarkan idenya itu di hadapan pengelola lokalisasi beberapa daerah.

"Saya pernah seminarkan soal resosialisasi, tapi sepertinya tidak disosialisasikan," pungkas Suwandi.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com