Ribuan Warga Bantul Gelar Kirab Siwur Jelang Upacara Nguras Enceh - Halaman 3

Ribuan Warga Bantul Gelar Kirab Siwur Jelang Upacara Nguras Enceh

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 17:48 WIB
Warga Imogiri menggelar kirab siwur menjelang upacara nguras enceh. (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Warga Imogiri menggelar kirab siwur menjelang upacara nguras enceh. (Pradito Rida Pertana/detikcom)


Mengenai makna kirab ngarak siwur sendiri, Sudirjo mengatakan kirab tersebut selalu dilaksanakan menjelang nguras enceh (gentong) yang jatuh pada pasaran Kliwon saat bulan Suro. Seperti halnya, jika pasaran Kliwon jatuh di hari Jumat, maka hari Kamis Wage akan dilaksanakan kirab, dan jika pasaran Kliwon tidak jatuh hari Jumat, maka mengambil hari Selasa Kliwon dan kirabnya dilaksanakan Senin Wage.

Warga Imogiri menggelar Kirab Siwur jelang upacara Nguras Enceh.Warga Imogiri menggelar kirab siwur menjelang upacara nguras enceh. (Pradito RP/detikcom)

Sedangkan siwur adalah gayung yang terdiri atas tiga bagian, yakni tempurung kelapa, tangkai dari sebilah kayu, dan kancing atau perekat.

"Sebenarnya siwur ini adalah alat untuk menguras enceh di pasarean Pajimatan. Enceh itu gentong, (gentong) itu untuk wudu kalau (ada orang yang) akan ke pasarean atau makam Raja-raja Imogiri. Nah, setiap Suro, enceh itu dikuras menggunakan siwur," katanya.

Warga Imogiri menggelar Kirab Siwur jelang upacara Nguras Enceh.Warga Imogiri menggelar kirab siwur menjelang upacara nguras enceh. (Pradito RP/detikcom)

Sudirjo menambahkan, selain melestarikan budaya Jawa, kirab tersebut bermaksud sebagai tontonan kepada masyarakat. Harapannya, generasi muda dapat mengenal budaya Jawa.

"Dengan dikirabkan, ini adalah suatu tontonan untuk masyarakat, tapi tontonan ini ada tatanannya, sehingga menjadi tuntunan masyarakat, khususnya generasi muda agar tahu budaya Jawa yang adiluhung itu," ujarnya.
Halaman

(sip/sip)