Cemari Sungai di Pekalongan, Warga Laporkan Pabrik Jeans

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 18:29 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Puluhan warga Desa Pegaden, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Senin Siang (23/09/2019), mendatangi Mapolres Pekalongan. Warga melaporkan enam pabrik jeans yang sudah mencemari sungai selama 10 tahunan. Akibat limbah pabrik pengelohan jeans wash ini, air sungai hitam pekat dan berbau tak sedap.

Perwakilan warga yakni Zamrudin (36), usai memberikan keterangan pada petugas Unit 2 Tipiter Satreskrim Polres Pekalongan menjelaskan sebelumnya warga juga telah melakukan aksi di lokasi pabrik. Namun tetap saja air sungai Pegaden berwarna hitam pekat dan berbau.

"Inikan lanjutan (setelah aksi) kita ke polres. Pabrik masih saja membuang limbahnya ke sungai sudah sepuluh tahun ini," jelas Zamrudin.

Sebelumnya kata dia, pada Kamis (19/9/2019) lalu, warga juga melakukan aksi. Namun aksi warga tersebut belum membuahkan hasil.

"Semoga dnegan pelaporan ke kantor polisi ini membuat pengusaha jeans jera dan tidak membuang limbahnya ke sungai," katanya.

Menurutnya dari enam pabrik jeans di desanya hampir rata-rata tidak memiliki izin lingkungan dan limbahnya langsung dibuang ke sungai tanpa di kelola terlebih dahulu.

Menurut Iptu Bambang Sutrisno selaku Kanit 2 Tipiter Satreskrim Polres Pekalongan, pihaknya baru menerima laporan perwakilan warga.

"Akan kita pelajari dan cek ke lokasi dengan melibatkan instansi terkait (dinas lingkungan hidup) ," jelasnya.
Cemari Sungai di Pekalongan, Warga Laporkan Pabrik Jeans Foto: Robby Bernardi/detikcom

Di Desa Pegaden Tengah sendiri, terdapat enam pabrik pengolahan jeans wash yang membuang limbahnya langsung ke sungai, tanpa diolah lebih dahulu. Akibatnya air sungai menjadi hitam pekat dan bau menyengat.

"lebih-lebih jika musim kemarau seperti saat ini. baunya menyengat sekali," tambah Zamrudin.

Sementara itu, Endah Kusumanigtiyas (27), salah satu pengelola pabrik mengakui limbah jeans yang ia kelola dibuang ke sungai.

"Memang, kemarin sudah ada pertemuan warga dengan pengusaha, hasil kesepakatannya bahwa pengusaha tidak boleh membuang hasil limbah ke sungai," kata Endang.

Pihaknya sendiri juga kebingungan untuk mengatasi limbah. Pabriknya diakui mempunyai bak penampungan limbah banyak, namun belum tahu caranya menyaring limbah.

"Selama ini belum tahu caranya menyaring limbah dan belum ada sosialisasi dari pemerintah. Apabila tahu caranya saya akan menyaring limbah-limbah jeans sebelum dibuang ke sungai," katanya.

Ditempat terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengawasan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan yakni, Pratomo, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan pengecekan pada pabrik-pabrik setempat. Namun, semuanya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Ada bak tampung limbah, tetapi tidak difungsikan, sehingga belum bisa disebut Ipal," katanya.

Dijelaskan Pratomo aturan limbah bisa dibuang ke sungai asalkan harus diolah terlebih dahulu dengan batasan-batasan baku mutu.


Halaman

(bgk/bgs)