detikNews
2019/09/22 19:09:46 WIB

Penjelasan Lengkap BPPTKG tentang Awan Panas Letusan Merapi Hari Ini

Pradito Rida Pertana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penjelasan Lengkap BPPTKG tentang Awan Panas Letusan Merapi Hari Ini Gunung Merapi embuskan awan panas letusan, Minggu (22/9/2019). Foto: Dok BPBD Sleman
Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memberi penjelasan terkait awan panas letusan Gunung Merapi yang terjadi siang ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, bahwa awan panas kali ini didahului dengan letusan gas, sehingga disebut sebagai awan panas letusan (APL). Menurutnya, hal itu berbeda dengan awan panas guguran (APG) yang biasa terjadi sejak tanggal 29 Januari 2019.

"APG disebabkan oleh runtuhnya material kubah lava baru secara gravitasional atau tanpa kecepatan awal yang signifikan. Sedangkan pada APL, runtuhnya material kubah lava akibat dari tekanan gas dari dalam," katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan Minggu (22/9/2019).

Lanjut Hanik, seiring dengan berlangsungnya suplai magma, gas vulkanik diproduksi secara berkelanjutan. Karena itu, dinamika tekanan, gas dapat tersumbat dan terakumulasi di bawah kubah lava dan terlepas secara tiba-tiba, bahkan mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas.


Lebih lanjut, adanya peningkatan tekanan gas ini dapat terdeteksi oleh stasiun pemantauan. Di mana sari pukul 00:00 sampai dengan pukul 12:00 terjadi 29 kali gempa MP dan 14 kali gempa hembusan, jumlah gempa MP dan hembusan ini tergolong tinggi yang merepresentasikan peningkatan tekanan dan intensitas pelepasan gas vulkanik.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com