detikNews
Sabtu 21 September 2019, 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Slamet Masuk Kawasan Hutan Lindung Perhutani

Arbi Anugrah - detikNews
Kebakaran di Gunung Slamet Masuk Kawasan Hutan Lindung Perhutani Kondisi medan jadi kendala pemadaman kebakaran di Gunung Slamet, Sabtu (21/9/2019). Foto: dok. BPBD Banyumas
Banyumas - Kebakaran hutan yang melanda lereng Barat Selatan Gunung Slamet masuk dalam area hutan lindung milik Perhutani KPH Banyumas Timur. Tanaman yang terbakar merupakan sabana dengan jenis belukar dan rumput.

"Kalau di atas lebih sabana, yang dominan jenis belukar dah rumput, belukar ketebalan 10-20 sentimeter di tanah dan akarnya itu akar kering. Jadi tanaman di atas itu hijau, tapi akarnya kering. Jadi api itu bergerak di bawah," kata Administrator KPH Banyumas Timur, Didiet Widhy Hidayat, kepada wartawan di Posko Penanganan Karhutla Lereng Barat Selatan Gunung Slamet di Baturraden, Banyumas, Sabtu (21/9/2019).


Maka dari itu, untuk menanggulangi kebakaran hutan pihaknya membuat sekat bakar dan mengangkat tanaman tersebut hingga ke akarnya agar menghalangi penyebaran api.

"Akarnya kering tapi memang tebal, akarnya dalam 10-20 sentimeter, juga harus dalam mencangkulnya," ujarnya.

Pihaknya memperkirakan luasan lahan yang terbakar kurang dari 20 hektare.

"Kesulitan medan juga jadi kendala kita memperkirakan area terbakar susah. Jadi kita memperkirakan area yang terbakar belum bisa memastikan, tapi masih di bawah 20 hektare. Jadi masih terkendali juga karena apinya juga tidak kategori besar seperti di Pekalongan Barat, jadi walaupun sudah tiga petak ini, estimasi saya tidak sampai lebih dari 20 hektare," ucapnya.

Dia mengungkapkan jika api pertama kali masuk wilayah Banyumas di petak 58D-10, kemudian pada Kamis (19/9) api sudah merambat ke petak 58D-11 dan 58D-12.

"Sekarang ini kan angin bertiup ke selatan yang arahnya ke 58D-12 selatan dan sudah ada di atas Baturraden tepatnya di Kalipagu. Itu memang hutan lindung termasuk 58D-10 itu hutan lindung," jelasnya.


Sementara menurut Komandan Operasi Lapangan Karhutla Gunung Slamet, Letkol Inf Candra S mengatakan jika api sudah memasuki hutan lindung sehingga perlu penanganan yang serius. Tujuannya agar tidak menganggu ekosistem yang ada di hutan tersebut.

"Ini memang memerlukan penanganan secara optimal karena bisa mengganggu ekosistem di hutan lindung ini. Makanya kita juga dari kemarin sampai malam terus sampai dengan hari ini kita maksimalkan," ucap Dandim 0701/Banyumas ini.

Meskipun demikian, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi terkait adanya binatang yang berada dalam hutan Gunung Slamet ikut terjebak kebakaran.

"Sementara belum, tapi aktivitas hewan yang lewat ada babi hutan yang sudah mulai turun atau menghindari api. Tim memang ada yang bertemu (babi hutan), tapi tidak sampai menemukan (binatang lain) yang terbakar," ujarnya.




Tonton juga video Kebakaran Gunung Merbabu Juga Hanguskan Kawasan Edelweis:

[Gambas:Video 20detik]


(rih/rih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com