Wafat, Mertua Mangkunegara IX Dimakamkan di TMP Kusumanegara

Wafat, Mertua Mangkunegara IX Dimakamkan di TMP Kusumanegara

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 18 Sep 2019 16:49 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Mertua Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX, yakni Letjen (Purn) TNI Yogi Supardi, tutup usia. Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kota Yogyakarta.

Cucu almarhum Yogi yang tak lain anak KGPAA Mangkunegara IX, yakni Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, mengatakan kakeknya meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (15/9).

"Sebenarnya (almarhum) nggak ada sakit yang khusus, tapi karena memang kondisinya yang sudah drop saja sekitar dua minggu terakhir ini," kata GPH Bhre kepada detikcom seusai prosesi pemakaman di TMP Kusumanegara, Yogyakarta, Rabu (18/9/2019).

Prosesi pemakaman Yogi dilangsungkan secara kemiliteran. Bertindak sebagai inspektur upacara ialah Panglima Komando Daerah Militer IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi. Tampak pejabat di lingkungan Korem 072/Pamungkas turut hadir.
Wafat, Mertua Mangkunegara IX Dimakamkan di TMP KusumanegaraFoto: Usman Hadi/detikcom

Bukan hanya itu, putri almarhum Yogi atau istri KGPAA Mangkunegara IX, yakni Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegara IX, juga hadir. Kemudian ratusan abdi dalem Istana Mangkunegaran Surakarta juga turut menghantarkan kepergian almarhum Yogi.



GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo menuturkan, sebelum meninggal, Yogi lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Berbagai jabatan pernah diemban sang kakek, seperti Kepala Staf Administrasi Departemen Pertahanan-Keamanan dan pernah menjabat Dubes RI untuk Jepang.

Yogi lahir di Klaten pada 25 Juli 1929. Karena memiliki ikatan historis dengan Yogyakarta, sebelum meninggal, almarhum berwasiat agar kelak dimakamkan di TMP Kusumanegara. Permintaan ini dikabulkan keluarga.

"Jadi memang salah satu kota kesukaannya di Yogya ini. Seperti itulah. Sebenarnya sudah lama almarhum bilang ke keluarga sejak dulu bahwa memang keinginannya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Yogya," ungkapnya.

Ia sendiri memiliki sejumlah kenangan dengan almarhum Yogi. Ia bercerita, saat akhir pekan, ia kerap diajak keluar oleh kakeknya untuk makan bersama dan diajak ngobrol berbagai hal. Selama hidupnya, almarhum dikenal dekat dengan cucu-cucunya.

"Yang Eyang tekankan (kepada cucu-cucunya) masalah pendidikan, pendidikan itu nomor satu, itu wejangan dari Eyang dulu. Setelah pendidikan kita selesai, kita harus cari cara supaya kita bisa bermanfaat bagi negara, bagi orang lain," pungkas dia.

Yogi Supardi merupakan lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) atau pertama pada tahun 1945-1949. Ia juga pernah menempuh pendidikan di luar negeri untuk bidang artileri. Berbagai jabatan teritorial hingga kementerian juga pernah diembannya.





Halaman

(ush/bgs)