detikNews
Rabu 18 September 2019, 16:31 WIB

Hutan Lereng Gunung Slamet di Tegal dan Brebes Terbakar

Imam Suripto - detikNews
Hutan Lereng Gunung Slamet di Tegal dan Brebes Terbakar Lereng Gunung Slamet di wilayah Tegal terbakar, Rabu (18/9/2019). (Imam Suripto/detikcom)
Tegal - Kawasan lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah, terbakar sejak Selasa (17/9) sore. Upaya pemadaman terkendala angin yang kencang dan kondisi medan yang cukup sulit.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sudaryanto menjelaskan kebakaran diketahui berasal dari Bukit Igir Genting Petak 16, yang masuk wilayah Kabupaten Tegal. Daerah ini berjarak 3-4 km dari kawasan permukiman Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa.

Kebakaran ini pertama diketahui pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian api dengan cepat meluas merembet ke petak lainnya. Hingga siang ini, api sudah menjalar ke Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampok Brebes. Diperkirakan luas hutan yang terbakar mencapai 50 hektare.

"Lokasi kebakaran hutan ada di pos 3 dan 4 jalur pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas. Pertama kali api terdeteksi pada pukul 15.00 WIB. Upaya pemadaman dilakukan, namun tidak lama dihentikan karena medannya cukup sulit," terang Sudaryanto saat ditemui di Dukuh Kaliwadas, Rabu (18/9/2019).

Hutan Lereng Gunung Slamet di Tegal dan Brebes TerbakarFoto: Imam Suripto/detikcom

Pemadaman kemudian dilanjutkan pada Rabu pagi dengan melibatkan 230 personel. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, pencinta lingkungan, PMI, serta unsur masyarakat lainnya.

Tim gabungan ini dibagi menjadi empat regu. Mereka melakukan pemadaman melalui empat titik, yakni jalur Permadi Guci, jalur Bosapala Sawangan, serta jalur 1 dan jalur 2 Desa Kaliwadas.

"Pantauan kami, sampai saat ini titik api masih terlihat di sepanjang area pos 3 dan pos 4 Dukuh Sawangan," sambungnya.

Sejauh ini upaya pemadaman terkendala angin yang berembus cukup kencang. Kondisi ini menyebabkan api sulit dipadamkan. Selain itu, medan yang sukar dilalui membuat para relawan bekerja cukup keras untuk memadamkannya.



Simak juga video "Gunakan Kapur Tohor, BPPT Prediksi Turun Hujan 23 September":

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com