detikNews
Senin 16 September 2019, 14:56 WIB

Air Bengawan Solo Tercemar Berat, Dikonsumsi Bisa Sebabkan Kanker

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Air Bengawan Solo Tercemar Berat, Dikonsumsi Bisa Sebabkan Kanker Parah! Bengawan Solo tercemar limbah. (Foto: Arif Syaefudin)
Semarang - Aliran Sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran berat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut pencemaran tersebut berbahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (DLHK) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, mengatakan ada dua pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo, pertama yang membuat aliran menjadi hitam di Blora dan kedua pencemaran akibat industri ciu.

"Ada dua kasus yang sedang kita tangani. Awalnya itu PDAM Kabupaten Blora mengirimkan surat ke kami karena IPA mereka tidak efektif karena ada pencemaran di Bengawan Solo. Itu dua bulan lalu, sudah ditindaklanjuti," kata Teguh di kantornya, Semarang, Senin (16/9/2019).


Tindakan yang dilakukan adalah uji sampling dan hasilnya terdapat kandungan fosfat dan coli yang di atas ambang batas. Disimpulkan ada buangan limbah industri dan juga peternakan.

"Kita lakukan uji sampling terhadap mutu Bengawan Solo di hilir. Sementara hasil COD (chemical oxygen demand) dan DO (dissolved oxygen) ada fosfat dan coli di atas ambang batas. Maka disinyalir ada buangan limbah industri dan ada tingginya coli karena ada limbah peternakan yang langsung digelontor ke Bengawan Solo," tandasnya.

Ia juga menyebut koordinasi dengan daerah Jawa Timur, tepatnya Ngawi, juga dilakukan karena aliran Bengawan Solo sampai ke sana. Akhir pekan lalu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia sudah datang untuk melakukan sidak, namun belum diketahui hasilnya.

"Kami pada 25 Agustus sudah cek, 10 September menunjukkan indikasi ada gelontoran terutama industri kimia dan ada peternakan di sepanjang Bengawan Solo yang masukan limbahnya tanpa IPAL," jelasnya.
Air Bengawan Solo Tercemar Berat, Dikonsumsi Bisa Sebabkan KankerParah! Bengawan Solo tercemar limbah. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)


Terkait pipa siluman yang sempat disebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Teguh tidak membantah. Ia meminta pihak dari lingkungan hidup melakukan sidak.

"Kemungkinan besar ada. Ini mumpung kemarau debit air dikit, ya dicari. Kita kontak teman-teman kabupaten sektor lingkungan hidup agar melakukan sidak," ujarnya.

Warna hitam pada pencemaran sungai, lanjut Teguh, biasanya juga mengandung timbal. Dijelaskan, jika timbal masuk ke tubuh manusia, akan menyebabkan kanker.

"Hitam itu biasanya dari unsur kimia, apalagi kalau dimasuki timbal. Kalau (air) dikonsumsi, bisa menyebabkan kanker. Karena PDAM sadar betul ini terlalu berbahaya, instalasi pengolahan air dihentikan," tegasnya.


Sementara itu, terkait kasus kedua, yaitu pencemaran Bengawan Solo akibat limbah ciu, Teguh menjelaskan sebenarnya produsen ciu sudah memiliki IPAL.

"Kedua ada keluhan PDAM Solo. Memang di Solo ada industri UKM ciu, IPAL tidak optimal. Ini sedang kita rapatkan. Karena UKM, kita lakukan pembinaan," pungkas Teguh.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com