detikNews
Kamis 12 September 2019, 17:20 WIB

Lagi, Pencemaran Bengawan Solo Ganggu Operasional IPA Semanggi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Lagi, Pencemaran Bengawan Solo Ganggu Operasional IPA Semanggi Kondisi air Bengawan Solo tercemar limbah dari Kali Samin, Kamis (12/9/2019). -- Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Pencemaran di sungai Bengawan Solo terlihat semakin parah. Menipisnya debit air aliran Bengawan Solo pada musim kemarau seperti saat ini membuat limbah pabrik, mulai dari tekstil hingga alkohol menjadi lebih pekat dari biasanya.

Seperti terlihat di Bengawan Solo di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, air tampak menjadi hitam setelah melewati pertemuan dengan Kali Samin. Diduga anak sungai tersebut menjadi tempat pembuangan limbah.

Hal tersebut berdampak pada pengolahan air minum Perumda Air Minum Toya Wening Surakarta. Beberapa kali perusahaan tersebut harus menghentikan produksinya karena air olahannya tak layak konsumsi.


"Pekan lalu kita sempat menghentikan produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi karena air bakunya tercemar etanol. Rabu kemarin juga kita berhenti produk lagi karena alasan yang sama. Kemarin malam sudah normal lagi," kata Direktur Teknik Perumda Toya Wening Surakarta, Tri Atmojo, Kamis (12/9/2019).

Dia menjelaskan Perumda Toya Wening memiliki tiga IPA, yakni di Semanggi, Jebres dan Jurug. IPA Semanggi menghasilkan debit air hingga 80 liter per detik, sedangkan IPA Jebres dan Jurug menghasilkan 150 liter per detik.

"Namun karena kondisi kemarau seperti ini, air tercemar, maka kami hanya bisa menghasilkan 60 persennya saja," ujarnya.

Pekan depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memanggil seluruh pihak yang terkait dengan aliran Bengawan Solo. Antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Perumda Air Minum, pabrik etanol dan pabrik lainnya.

"Ini kita juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel air baku di titik pertemuan dengan Kali Samin, apakah benar mengandung etanol," ujar dia.

Kemarau, Bengawan Solo Tercemar Pewarna Tekstil Hingga AlkoholPegawai Perumda Toya Wening melakukan salat minta hujan, Kamis (12/9/2019). -- Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Mereka juga melakukan usaha lainnya, yakni menggelar salat istisqa atau salat untuk meminta air hujan. Diharapkan air hujan dapat menggelontor limbah sehingga kondisi sungai membaik.

Salat istisqa diikuti oleh sekitar 50 orang pegawai Perumda Toya Wening di halaman kantor mereka di Jalan Adi Sucipto, Solo, Kamis siang. Usai salat, mereka berdoa agar hujan yang turun memberikan berkah.

"Kami minta agar wilayah Surakarta ini didatangkan hujan yang barokah. Supaya bisa menggelontorkan limbah di anak sungai Bengawan Solo bahkan sampai ke Lamongan," tutupnya.




Simak juga video WWF Indonesia Apresiasi Gerakan Milenial Anti Plastik:

[Gambas:Video 20detik]




(bai/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com