detikNews
Rabu 11 September 2019, 18:35 WIB

Tolak Pemagaran Lahan, Warga Urut Sewu Kebumen Bentrok dengan TNI

Rinto Heksantoro - detikNews
Tolak Pemagaran Lahan, Warga Urut Sewu Kebumen Bentrok dengan TNI Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen - Bentrokan antara TNI dengan warga terjadi di kawasan Urut Sewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Akibatnya ada warga terluka terkena pukulan anggota TNI.

Bentrokan terjadi saat TNI melakukan pemagaran di wilayah Urut Sewu. Warga menolak pemagaran tersebut sehingga terjadi bentrok.

Kegiatan pemagaran oleh TNI di wilayah pesisir selatan Kebumen sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Sesuai rencana, pemagaran akan dilaksanakan sepanjang sekitar 22,5 KM di wilayah Urut Sewu, Kecamatan Bulus Pesantren yang diklaim sebagai tanah negara itu.

Hingga kini, konflik perebutan tanah antara TNI dan warga pun terus berlanjut dan belum menemui titik temu meski sudah dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak.

TNI bersikukuh bahwa tanah tersebut merupakan milik negara yang bisa dimanfaatkan oleh pihak TNI termasuk untuk pelatihan militer. Namun di sisi lain warga juga mengklaim bahwa tanah tersebut milik warga.

Karena pemagaran masih berlanjut, hari ini ratusan warga melakukan aksi penolakan di lokasi pemagaran di Desa Brencong, Kecamatan Bulus Pesantren pada Rabu (11/9/2019) siang.

"Kami hanya meminta pemagaran dihentikan, karena itu tanah milik warga dan sudah bersertifikat," kata Koordinator aksi, Widodo Sunu Nugroho saat dihubungi detikcom, Rabu (11/9/2019).

Dalam aksi penolakan tersebut, belasan warga terluka akibat terkena pukulan tongkat TNI saat bentrokan terjadi, bahkan ada yang diduga terkena peluru karet. Suara tembakan di udara pun pecah. Warga yang kocar kacir karena dihalau aparat TNI kemudian pergi meninggalkan lokasi dan menggeruduk pendapa bupati Kebumen untuk menuntut keadilan.

"Ya, terjadi tindak kekerasan terhadap warga oleh TNI di Urut Sewu. Warga yang luka-luka banyak warga yang luka-luka, ada yang kena peluru karet. Kami kemudian meninggalkan lokasi dan menuju ke pendopo bupati untuk melanjutkan aksi dan menemui bupati," imbuhnya.
Tolak Pemagaran, Warga dan TNI Bentrok di KebumenFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sementara itu, salah satu warga Parito (32) yang sempat merekam kejadian pemukulan itu menuturkan bahwa keributan berawal ketika salah satu warga dipukul bagian kaki oleh aparat TNI saat berusaha merangsek ke barisan TNI bersama ratusan warga lain.

"Awalnya ya menolak pemagaran, dan TNI memukul salah satu kaki warga. Dari situlah kemudian memukuli warga dan senapan laras panjang selalu ditembakan," ucap Parito.

Sedikitnya 16 warga terluka di bagian kepala, tangan, badan hingga kaki. Belasan korban tersebut kemudian meminta visum et repertum kepada petugas medis Puskesmas Bulus Pesantren sebagi bukti atas luka yang dialaminya.

Warga berharap kawasan selatan Kebumen tidak lagi digunakan sebagai tempat latihan, apalagi sampai pemagaran dan diharapkan pula penyelesaian kemelut tersebut dapat dilaksanakan secara adil.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com