detikNews
Rabu 11 September 2019, 16:55 WIB

Selain Gugat Rektor Undip, Prof Suteki Juga Mengadu ke Jokowi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selain Gugat Rektor Undip, Prof Suteki Juga Mengadu ke Jokowi Prof Suteki menunjukkan surat aduan yang dikirim ke Presiden Jokowi, Rabu (11/9/2019). -- Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Guru Besar Undip, Prof Suteki melayangkan aduan kepada sejumlah pihak termasuk Presiden Indonesia, Joko Widodo. Yang diadukan yaitu kesewenang-wenangan Rektor Undip terhadap dirinya.

Hal itu diungkapkan Suteki usai sidang persiapan di PTUN Semarang. Ia mengatakan aduan dikirim ke 10 badan dan lembaga negara.

"Menyampaikan pengaduan dugaan sewenang-wenang yang dilakukan rektor. (Surat dikirim) Kepada 10 badan dan lembaga negara," kata Suteki, Rabu (11/9/2019).

Pihak yang dikirimi aduan yaitu Presiden, Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara, Menteri Koordinator Bidang Polhukam, kemudian Menristekdikti, Irwasum Kepolisian, dan Ketua Kompolnas.

"Perlu saya menangis kepada mereka meminta dalam ikhtiar saya minta keadilan. Sudah kirimkan," ujar Suteki sambil menunjukkan bukti pengiriman.


Untuk diketahui, Prof Suteki dicopot dari jabatan Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum dan Ketua Senat Fakultas Hukum pada 28 November 2018. Hal itu buntut dari kesediaan Suteki menjadi saksi ahli dalam persidangan gugatan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017.

Suteki dianggap melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Rektor memberhentikan Suteki dari jabatannya melalui surat keputusan nomor : 586/UN7.P/KP/2018 tentang pemberhentian dua jabatan penting dan beberapa jabatan lain di luar kampus.

Suteki kemudian menggugat Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, di PTUN Semarang. Ia mengatakan selain dicopot jabatannya, kini ia tidak lagi mengajar mata kuliah Pancasila untuk S1 di Fakultas Hukum Undip.

"Di S1 itu satu mata kuliah, Pancasila (tidak lagi mengajar)," terangnya.


Ia menyayangkan padahal sudah lebih dari 20 tahun mengajar Pancasila dan Suteki rela dites apapun bahkan dikonfirmasi kepada para mahasiswanya terkait apa yang dia ajarkan.

"Enggak tahu kenapa tidak dikasih (mengajar Pancasila), katanya terpapar radikalisme. Saya tidak sebentar mengajar, tanya anak-anak didik saya, ajarkan apa, anti NKRI kah? Saya lurus, mau dites darahnya kalau perlu," tegas Suteki.
(alg/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com