detikNews
Rabu 11 September 2019, 16:27 WIB

BTNGMb Tingkatkan Patroli Antisipasi Kebakaran Susulan di Merbabu

Ragil Ajiyanto - detikNews
BTNGMb Tingkatkan Patroli Antisipasi Kebakaran Susulan di Merbabu Gunung Merbabu. -- Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu di wilayah Dukuh Tumut, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali dipastikan sudah padam. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) kini meningkatkan patroli mengantisipasi kebakaran susulan hutan dan lahan (karhutla).

"Alhamdulillah sudah padam," kata Kepala BTNGMb, Junita Parjanti, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (11/9/2019).


Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu itu diketahui pada Selasa (10/9). Hingga malam hari titik api diketahui masih menyala di kawasan hutan di atas Dukuh Tumut, Desa Jrakah.

Kemudian pada pagi tadi terpantau sudah tidak terlihat lagi kepulan asap dari lereng Gunung Merbabu. Namun tim dari BTNGMb naik ke lokasi untuk memastikan titik api sudah betul-betul padam. Dan hasilnya dipastikan api yang sebelumnya membakar lahan seluas sekitar 1,5 hektare itu sudah padam.

"Luas 1,5 hektare (lahan yang terbakar)," jelas Junita.


Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di Gunung Merbabu, BTNGMb akan meningkatkan patroli di lapangan.

"Saat ini kami tingkatkan patroli karhutla," ujar dia.

Diketahui, pada Sabtu (7/9) siang kebakaran juga terjadi di lereng Gunung Merbabu. Yakni di kawasan Taman Nasional, di blok Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali.

Api pertama kali diketahui pada pukul 09.30 WIB. Petugas dari BTNGMb Resort Selo bersama sejumlah elemen masyarakat dan relawan langsung naik menuju titik api.

Sekitar pukul 13.00 WIB mereka berhasil menjangkau titik api dan langsung melakukan pemadaman dengan alat-alat tradisional. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB. Perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Vegetasi tanaman berupa semak-semak.


Meski sudah dua kali mengalami kebakaran, imbuh Junita, aktivitas pendakian Gunung Merbabu tetap dibuka untuk umum.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya musim kemarau seperti sekarang ini rawan terjadi kebakaran. Karena semak-semak kering dan daun bisa memicu kebakaran.

"Pendakian tetap dibuka. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terkait karhutla, karena musim kemarau ini sumber api berupa semak kering dan serasah daun di kawasan bisa memicu kebakaran," imbau Junita.
(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com