detikNews
Rabu 11 September 2019, 11:52 WIB

Sungai Kering, Warga Demak Terpaksa Beli Air untuk Mandi dan Masak

Wikha Setiawan - detikNews
Sungai Kering, Warga Demak Terpaksa Beli Air untuk Mandi dan Masak Sungai di Demak mengering. (Wikha Setiawan/detikcom)
Demak - Terdampak kekeringan, warga di sejumlah desa di Kabupaten Demak kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka harus membeli air bersih dari penjual keliling.

Dari pantauan detikcom, dua desa, yakni Desa Kedondong dan Raji, Kecamatan Demak Kota, Rabu (11/9/2019), sudah dua bulan terakhir mengalami kekeringan.

Sebelum kekeringan bertambah parah, warga masih sempat memenuhi keperluan mandi dan mencuci di sungai. Namun, sejak memasuki musim kemarau, sungai tidak lagi dialiri air.

Salah seorang warga Desa Kedondong, Suwesti (35), mengatakan membeli air sekitar 6 jeriken untuk keperluan satu sampai dua hari. Harga satu jeriken air Rp 3.500.

"Air benar-benar sulit sejak dua bulan ini. Semua sungai kering, tidak ada airnya," katanya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/9/2019).


Warga lain dari Desa Raji, Arwani, mengatakan mulai kesulitan mendapat air bersih dalam dua bulan terakhir.

"Kemarau sudah empat bulan, tapi air mulai sulit didapatkan dalam dua bulan terakhir. Ya, akhirnya harus beli, enam jeriken untuk lima hari," paparnya.


Kepala Desa Kedondong Sistianto menambahkan sebenarnya pasokan air di desanya sudah memakai PDAM. Namun pasokan airnya sangat minim pada musim kemarau.

"Pasokan PDAM terkendala kemarau. Padahal di sini ada sekitar 3.700 jiwa," tuturnya.



Tonton juga video Kemarau Panjang, Debit Air Sungai di Jakarta Surut:

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com