Penyelewengan Banprov di Pekalongan dan Kendal Rugikan Negara Rp 7,5 M

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 16:22 WIB
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana. -- Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menaksir nilai kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah di Kabupaten Kendal dan Pekalongan mencapai Rp 7,5 miliar. Sejauh ini Kejati masih melakukan pendalaman untuk penetapan tersangka.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana, mengatakan 30 orang saksi dan dua orang ahli sudah diperiksa dari dua kabupaten tersebut. Penyalahgunaan dilakukan terkait bantuan di sektor pendidikan.

"Kerugian negara diperkirakan Rp 7,5 miliar," kata Ketut di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (30/8/2019).
Ia menjelaskan, total bantuan Provinsi Jateng tahun 2018 mencapai Rp 1,142 triliun. Kemudian ditemukan indikasi penyelewengan bantuan pendidikan di dua Kabupaten tersebut.

"Pekalongan nilainya Rp 12 miliar, estimasi kerugian Rp 3,1 miliar. Kendal Rp 10,5 miliar kerugian Rp 4,4 miliar," jelasnya.

Penyelewengan tersebut dalam hal pembelian fasilitas pendidikan berupa laptop yaitu spesifikasi software dan hardware tidak sesuai atau harga di atas harga pasar.

"Bantuan pendidikan seperti pembelian laptop, ada penyimpangan pembelian software dan hardware. Sudah ada e-katalog, tapi tidak konfirmasi oleh pengguna barang," ujar Ketut.
Ia menegaskan penyidikan masih berlangsung dan diperkirakan pekan depan akan dilakukan penetapan tersangka. Penggeledahan juga sudah dilakukan pekan lalu dan berbagai barang bukti sudah diamankan

"Penggeledahan sudah dilakukan, dokumen sudah kita dapatkan," tegasnya. (alg/skm)