detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 10:40 WIB

Round-Up

Detik-detik 3 Penerjun Payung di Jogja Air Show 2019 Gagal Landing

Pradito Rida Pertana - detikNews
Detik-detik 3 Penerjun Payung di Jogja Air Show 2019 Gagal Landing Evakuasi salah satu penerjun payung yang gagal landing di Bantul. Foto: Pradito R Pertana/detikcom
Bantul - Tiga orang penerjung payung yang beraksi di Jogja Air Show (JAS) 2019 gagal landing, kemarin. Ketiganya tercebur di laguna Pantai Depok, Parangtritis, Bantul. Begini kesaksian para penerjun tersebut.

Tiga penerjun tersebut yaitu Brigadir Nugroho, Brigadir A.I Nasution, dan seorang penerjung sipil asal Kalimantan Barat bernama Romli.

Beigadir Nugroho menceritakan mereka seharusnya mendarat di landasan pacu Pantai Depok, Bantul.

"Saat membuka parasut tadi semua penerjun posisinya langsung mundur karena angin kencang. Jadi hanya bisa mundur, tidak bisa maju atau ke arah lain, karena itu saya sama dua penerjun lain memutuskan landing di sini (Laguna Pantai Depok)," ujarnya saat ditemui di Laguna Pantai Depok, Sabtu (24/8).

Nugroho memutuskan landing di Laguna Pantai Depok karena telah mengetahui teknik water landing. Di mana teknik tersebut mengharuskan penerjun melepas parasut utama sebelum landing dan menggunakan parasut cadangan sebagai pelampung.


"Karena itu saya tadi bisa mengapung dan berusaha renang ke daratan," katanya.

Brigadir A.I Nasution menambahkan bahwa saat tercebur ia berada di sebelah utara Laguna. Sedangkan posisi Nugroho berada di sebelah selatan dari lokasinya tercebur, dan Romli tercebur di sebelah selatan Laguna tersebut.

"Kalau saya tadi memang sengaja mendarat di laguna karena angin kencang, tapi setelah tercebur tadi langsung ditolong (Tim SAR gabungan)," katanya.

Menurutnya, penerjun yang paling lama terevakuasi adalah Romli. Hal itu karena posisi landing Romli berada di dekat muara Pantai Depok yang jaraknya lebih jauh dari Laguna Pantai Depok.

"Mungkin saat di dalam air Pak Romli mengalami kendala teknis dan kehabisan tenaga karena panik," ujarnya.


Pria yang mengevakuasi Romli, Agustinus Bayu Sakti, menjelaskan bahwa saat tercebur ke Laguna Pantai Depok kaki Romli terlilit parasut cadangan. Lanjut anggota Ditpolair Polda DIY ini, hal itu membuat tenaga Romli terkuras untuk mengapung di Laguna tersebut.

"Saat ditolong tadi kondisinya (Romli) lemas, mungkin karena panik, kebanyakan minum air dan tenaganya habis untuk terus bergerak agar dia tetap mengapung," ucapnya.

Diwawancarai terpisah, Ketua Pelaksana JAS 2019, Kolonel (Pnb) Feri Yunaldi menyebut kondisi penerjun yang gagal landing dam sempat dibawa mobil ambulans tidak mengalami luka serius.

"Ada sekitar 10 penerjun (yang gagal landing), dan dari laporan staf kami di lapangan tadi alhamdulillah kondisinya aman semua," ucapnya saat ditemui di landasan pacu Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (24/8) siang.

Pria yang juga menjabat Kadisops Lanud Adisutjipto ini melanjutkan, bahwa tiga penerjun yang gagal landing hari ini akan kembali terjun payung hari ini, Minggu (25/8). Feri mengungkap ada 40 orang penerjun yang beraksi dalam JAS tahun 2019.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com