detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 17:55 WIB

Ada Sumur Bor, Warga Gunungkidul Bisa Nikmati Air Bersih

Pradito Rida Pertana - detikNews
Ada Sumur Bor, Warga Gunungkidul Bisa Nikmati Air Bersih Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Musim kemarau yang datang lebih awal pada tahun ini tidak mempengaruhi kebutuhan air bersih warga Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Pasalnya, mereka memanfaatkan keberadaan sumur bor bantuan Kementerian ESDM.

Adanya bantuan sumur bor ini membantu warga yang kesulitan air bersih saat musim kemarau. Sumur bor lengkap dengan bak penampungannya itu bisa dimanfaatkan warga bersama-sama. Hal ini juga mengurangi beban warga yang membeli air dari tangki-tangki swasta.

Pantauan detikcom, salah seorang warga tampak memanjat sebuah bak penampungan yang ada di Dusun Sendowo Lor, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Air yang mengalir dari bak penampungan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sugita (42), warga Dusun Sendowo Lor, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, menjelaskan, air bersih yang ia gunakan untuk menyiram tanaman berasal dari sumur bor. Ia belum lama memanfaatkan air dari sumur bor tersebut.
Ada Sumur Bor, Warga Gunungkidul Bisa Nikmati Air BersihFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Baru 8 bulanan ini saya menggunakan Pamsimas (Program Nasional Penyediaan Air Minum), dan ini sangat meringankan biaya dibandingkan beli air per tangki seharga Rp 110 ribu. Apalagi setangki itu hanya bisa bertahan maksimal 2 minggu," katanya saat ditemui di Dusun Sendowo Lor, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (22/8/2019).

"Karena untuk pakai air ini hanya perlu iuran rata-rata Rp 30 ribu per bulan," imbuh Sugita.

Kepala Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Murdiyanto menjelaskan air Pamsimas itu berasal dari pemanfaatan sumur bor bantuan Badan Geologi Kementerian ESDM. Menurutnya, saat ini puluhan kepala telah menikmati air bersih dari sumur bor tersebut.

"Pemanfaatan sumur bor baru berjalan selama beberapa bulan, karena itu baru bisa dirasakan 60 keluarga dari jumlah keseluruhan 200-an keluarga di Dusun Sendowo Lor. Tapi seiring berjalannya waktu akan terus bertambah," ucapnya saat ditemui di sumur bor Dusun Sendowo Lor, Desa Kedungkeris, Nglipar.

Menurutnya, keberadaan sumur bor ini membawa dampak positif kepada warga Desa Kedungkeris. Sebab, belum semua wilayah desa tersebut teraliri air dari PDAM.

"Sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan sumur bor ini, dan ke depannya akan terus kami manfaatkan agar semua warga tidak ada lagi yang kesulitan air bersih," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Subbidang Inventarisasi dan Konservasi Air Tanah, Pusat Air Tanah, dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Idham Effendi menjelaskan bantuan sumur bor itu adalah program pemerintah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih, khususnya saat musim kemarau. Menurutnya, sumur bor itu dibangun pada akhir 2018.



"Gunungkidul ini masuk salah satu prioritas kami, karena di sini masih sulit air. Karena itu, kami membantu penyediaan air bersih dengan melakukan pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air yang ada di Gunungkidul," katanya di sela-sela mengecek sumur bor di Dusun Sendowo Lor, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (22/8/2019).

"Selain itu, pengeboran air tanah dalam tidak hanya ada dilakukan di Gunungkidul, tapi di seluruh Indonesia," sambung Idham.

Idham menambahkan kedalaman sumur bor di Desa Kedungkeris mencapai 125 meter dan mampu menghasilkan debit air 1,5 liter per detik. Merujuk debit air tersebut, pemanfaatan air tanah dapat dirasakan sekitar 2.160 jiwa.

"Semoga air tanah melalui sumur bor ini bisa membantu masyarakat yang tinggal di daerah sulit air," katanya.

Ia mengatakan Kementerian ESDM melalui Badan Geologi berencana membangun 15 sumur bor di Gunungkidul. Potensi air tanah di Gunungkidul sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat.

Di salah satu lokasi pengeboran yang berlokasi di Pedukuhan Kalitekuk, Kelurahan Kalitekuk, Kecamatan Semin, misalnya, beberapa pekerja tengah mengebor tanah dengan sebuah alat pengebor. Tak hanya itu, tampak beberapa pipa besi berukuran besar tergeletak di dekat lubang pengeboran.

Ia menjelaskan sumur bor tersebut untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkannya. Program tersebut sudah berlangsung sejak 2000.

"Sampai 2018 kami sudah berhasil membangun 2.288 unit sumur bor yang tersebar di 312 Kabupaten, dari Sabang sampai Merauke," katanya.
Ada Sumur Bor, Warga Gunungkidul Bisa Nikmati Air BersihFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Dan tahun ini kami akan membangun lagi 650 unit sumur bor, untuk di DIY rencananya 21 unit dan 15 di antaranya akan dibangun di Gunungkidul," imbuh Idham.

Menurutnya, sumur bor dibuat di Gunungkidul karena masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Hal itu dapat teratasi dengan pemanfaatan air tanah yang melimpah di Gunungkidul.



"Kalau kita lihat dari penampakan morfologi alam di Gunungkidul itu kering, tapi pada dasarnya Gunungkidul punya potensi air tanah yang bisa dimanfaatkan melalui sumur bor. Karena itu, kita banyak membangun sumur bor di Gunungkidul," ucapnya.

Terkait pembangunan sumur bor di Pedukuhan Kalitekuk, Idham menyebut bahwa proses pengeboran telah selesai dengan kedalaman mencapai 130 meter. Saat ini pihaknya tengah melakukan pelebaran lubang dengan ukuran 12 inci dan berlanjut dengan pemasangan pipa dan saringan air.

"Dari 15 unit sumur bor, yang di Kalitekuk ini masuk tahap pertama, karena pembangunan 15 sumur bor secara bertahap. Jadi tahap pertama itu di Kecamatan Semin, Kecamatan Playen, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Ponjong, dan Kecamatan Karangmojo dan berkelanjutan sampai 15 unit," ungkapnya.




Tonton Video Kekeringan, Ratusan Petani di Pasuruan Cari Air hingga 10 Km:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com