detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 13:47 WIB

Sah! Kebumen Kini Punya Busana Adat Khas Daerah

Rinto Heksantoro - detikNews
Sah! Kebumen Kini Punya Busana Adat Khas Daerah Baju adat Kebumen (Rinto Heksantoro/detikcom)
Kebumen - Guna melestarikan warisan budaya, khususnya berupa kebendaan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hari ini meluncurkan busana adat untuk pertama kalinya. Peluncuran dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi Kebumen ke-390.

Peluncuran busana adat khas Kabupaten Kebumen secara resmi dilakukan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud tepat pada peringatan hari jadi Kebumen ke-390, Rabu (21/8/2019). Sebelum busana itu ditetapkan sebagai pakaian adat, berbagai pembahasan pun telah dilakukan oleh pihak terkait hingga akhirnya muncul kesepakatan bersama untuk menetapkan busana adat tersebut.

"Penggunaan pakaian adat yang merupakan ciri khas kebudayaan masyarakat Kabupaten Kebumen ini kemudian diatur dalam Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kebumen," kata Yazid ketika ditemui detikcom seusai peluncuran.


Karakteristik busana adat Kebumen, kata Yazid, banyak dipengaruhi oleh budaya Mataram Yogyakarta tapi dengan ciri khusus lain yang disematkan. Busana adat khas Kebumen mengusung konsep kembali ke alam dengan potensi pertanian agraris dilambangkan dengan motif sekar jagad, Ki Bumi atau Kebumen dilambangkan dengan warna beskap cokelat tanah kehijauan atau ijo tembelek lancung, kelapa, kopra dan gula dilambangkan dengan stagen warna hitam bagi wanita dan sabuk kopel bagi pria.

"Secara keseluruhan busana adat mencerminkan egaliter atau tidak membedakan strata dan status sosial, serta makarya yaitu baju yang fleksibel, dinamis dan santun," lanjutnya.

Secara detail, busana untuk pria terdiri atas surjan lengan panjang dengan kerah berdiri bermotif lurik kecil cokelat tanah kehijauan. Untuk celana panjang, terlihat komprang dan berwarna hitam dengan lancingan bebed panjen kain batik kebumen motif jagatan latar putih. Sedangkan penutup kepala berbentuk segitiga dengan warna dasar merah kecoklatan dibingkai batik motif modang.


Pada penutup kepala atau meretan juga melekat gambar lawet berwarna hitam yang merupakan ikon Kebumen di setiap ujungnya dengan gambar lebih besar pada ujung segitiga dan cucuk atau paruh lawet menghadap ke depan. Alas kaki yang digunakan pun berupa sandal bandol (ban bodol) warna hitam yang merupakan sandal khas dari Kebumen.

Adapun busana adat untuk wanita berupa kebaya kartini lengan panjang warna cokelat kehijauan yang dipadukan dengan bawahan kain batik Kebumen motif jagatan latar putih dengan wiron Mataraman. Untuk alas kaki yang dikenakan berupa sandal selop terbuka warna hitam. Tata rambut sendiri berbentuk sanggul dan bagi yang berhijab mengenakan kerudung warna krem.

"Secara umum memang pakaian adat Jawa ya hampir sama seperti Solo dan Yogya, namun Kebumen punya ciri khas lain. Pakaian adat ini nantinya akan dipakai setiap ada acara tertentu seperti hari jadi serta tanggal 21 setiap bulannya. Adanya busana adat ini juga ikut menghidupkan kembali kerajinan lurik di Kebumen yang hampir punah," tutupnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com