detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 13:45 WIB

Proyek Pemkot Yogya yang Seret 2 Jaksa Jadi Tersangka KPK Berhenti

Usman Hadi - detikNews
Proyek Pemkot Yogya yang Seret 2 Jaksa Jadi Tersangka KPK Berhenti Proyek saluran air di Yogya yang menyeret dua jaksa jadi tersangka KPK. (Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Proyek rehabilitasi saluran air hujan (SAH) Pemkot Yogya menyeret dua jaksa menjadi tersangka KPK. Keduanya adalah Eka Safitra, jaksa dari Kejari Yogyakarta, dan Satriawan Sulaksono, jaksa dari Kejari Surakarta. KPK menduga ada tindak pidana suap terkait proyek tersebut.

Ada tiga titik pengerjaan proyek, yakni di Jalan Supomo, Jalan Babaran, dan di Kampung Celeban. Dari ketiga titik tersebut, proyek rehabilitasi baru dimulai di Celeban dan Jalan Babaran, sementara di Jalan Supomo belum dikerjakan.


Pantauan di lokasi siang ini, tidak ada aktivitas pengerjaan proyek di Jalan Babaran, tepatnya di Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Ketua Kampung Celeban, Sundarto (63), mengatakan proyek saluran air hujan di Jalan Babaran mulai dikerjakan sejak 6 Agustus 2019. Namun, setelah kontraktor proyek, Gabriella Ana Kusuma, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, proyek itu pun terkesan berhenti.

"Proyek dimulai tanggal 6 Agustus, tapi kemarin sudah pergi. Awalnya alat berat, seperti backhoe, ditaruh di sini, kemarin sore langsung dibawa pergi," ujar Sundarto saat ditemui wartawan di lokasi proyek di Jalan Babaran, Rabu (21/8/2019).

Meski sang kontraktor menjadi tersangka, Sundarto berharap Pemkot Yogyakarta tetap melanjutkan proyek tersebut. Sebab, jika proyek mangkrak, dikhawatirkan akan banyak warga di Kampung Celeban dan sekitarnya yang dirugikan. Apalagi sudah ada tiga titik galian sedalam kurang-lebih 3 meter.


"Ini kan (lahan di samping Jalan Babaran) untuk parkir warga. Sekarang dibuat mangkrak sampai berapa hari nggak bisa (kendaraan) masuk. Parkir ini kan ditutup. Itu yang jualan sate sekarang tidak jualan, lha itu nanti sampai berapa hari mangkrak," tuturnya.

"Ya, harapannya (proyek saluran air hujan) tetap dilanjutkan karena bahaya, harus itu. Karena nanti kalau proyek ini nggak dilanjutkan, di sini Kali Mambu kan sering membeludak, nggak muat. Ini kan dibuat sodetan dibuang ke Kali Gajah Wong," lanjutnya.


Ia juga khawatir apabila proyek saluran air hujan di Jalan Babaran ambrol. "Itu kan batasnya (konstruksi) nggak kuat. Kalau ada anak main, orang lewat, tahu-tahu (pembatasnya) ambrol ke sana, kan bahaya. Ini saja masih ada mobil yang membawa beban berat," tutupnya.


Kena OTT KPK, Nyoman Dhamantra Akan Dipecat PDIP:

[Gambas:Video 20detik]




(sip/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com