detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 19:49 WIB

Dinas ESDM Jateng Cek Semburan Api di Sragen, Apa Hasilnya?

Andika Tarmy - detikNews
Dinas ESDM Jateng Cek Semburan Api di Sragen, Apa Hasilnya? Foto: Istimewa/detikcom
Sragen - Petugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, melakukan pemeriksaan terhadap fenomena semburan api di ladang milik warga di Dukuh Banyuurip, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah. Apa hasilnya?

Petugas menyatakan, semburan api tersebut berasal dari gas alam. Gas yang keluar dari tanah tersebut kemudian terbakar, dimungkinkan karena suhu udara yang panas akibat musim kemarau. Semburan tersebut dipastikan tidak berbahaya dan akan habis dalam waktu dekat.

"Tadi kita melakukan pengecekan langsung ke lokasi ditemukannya semburan api. Kondisi (semburan) gas sudah terbakar, sehingga kita hanya melakukan pengecekan secara visual," ujar Puguh Dwi Hartanto, petugas Cabang Dinas ESDM Wilayah Solo, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, seusai melakukan pemeriksaan dilokasi, Senin (19/8/2019).

Puguh menerangkan, berdasarkan kedalaman sumur bor tempat keluarnya api yang hanya berkisar 50 meteran, disimpulkan lokasi tersebut bukan reservoir gas. Karena reservoir gas hanya ditemukan pada kedalaman 200 meter lebih.

"Jadi semburan gasnya bersifat lokal, sehingga diperkirakan akan habis dengan sendirinya dalam waktu dekat. Cuma kita tidak bisa memastikan kapan waktunya," terang Puguh.

Semburan gas ini, lanjut Puguh, dimungkinkan karena wilayah tersebut dulunya merupakan rawa-rawa. Proses ratusan tahun membentuk gas, yang kemudian terjebak oleh beberapa lapisan sedimen. Kumpulan gas ini kemudian bisa merembes keluar karena wilayah tersebut dibangun sumur bor.

"Insyaallah tidak membahayakan, karena fenomena ini bersifat lokal. Fenomena yang sama pernah terjadi di Wonogiri pada tahun 2015, lalu di Purworejo tahun 2016," ujarnya.


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com