ADVERTISEMENT
detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 18:48 WIB

JK Minta Bahas Pancasila Tak Dipersulit, BPIP: Itu Kelemahan KIta

Pradito Rida Pertana - detikNews
JK Minta Bahas Pancasila Tak Dipersulit, BPIP: Itu Kelemahan KIta Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono di Balai Senat UGM. -- Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Sleman - Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono sependapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang berharap pembahasan terkait Pancasila agar lebih disederhanakan supaya masyarakat mudah memahami. Menurut Hariyono, cara penyampaian Pancasila kepada masyarakat umum memang harus berbeda dengan penyampaian kepada para akademisi.

"Seyogianya memang Pancasila perlu disampaikan secara sederhana ke masyarakat umum. Apa yang dikatakan Pak JK itu barangkali kelemahan kita selama dalam menjelaskan Pancasila kepada publik itu terlalu filosofis," kata Hariyono saat ditemui di Balai Senat UGM, Kamis (15/8/2019).

"Itu yang barangkali tekanannya Pak JK, untuk masyarakat umum tolong Pancasila dijelaskan dengan cara-cara yang mudah dimengerti oleh rakyat," lanjut Hariyono.
BPIP disebutnya telah membuat konsep penyampaian Pancasila yang lebih sederhana kepada masyarakat umum. Bahkan BPIP akan mengkaji dan mengembangkan konteks Pancasila dalam berbagai metode komunikasi.

"Kami pun di BPIP sedang membuat konsep-konsep itu (penyampaian Pancasila secara sederhana). Antara lain untuk pengembangan Pancasila, lagu hidup Pancasila langsung praktik riil tidak usah omong teori, demikian pula untuk indeks," ucapnya.

"Karena itu kita ingin mencoba bagaimana Pancasila itu bisa dikaji, dikembangkan sesuai konteks komunikasi masing-masing," sambungnya.

Namun BPIP tidak akan meninggalkan penyampaian Pancasila menggunakan landasan teori. Karena penyampaian dengan teori sangat diperlukan saat kegiatan bertema Pancasila di kampus-kampus.

"Pada saat yang bersamaan, ketika kita bicara praktik kehidupan, untuk kampus-kampus jangan lupakan teori. Keduanya penting, karena tidak ada peradaban yang bisa maju kalau tidak berbasis pada teori ilmu pengetahuan dan teknologi," ucap Hariyono.

Sebelumnya, saat berpidato di Kongres Pancasila XI bertema 'Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa' di Balai Senat UGM, Wapres JK mengatakan bahwa saat ini Pancasila kerap menjadi tema dalam suatu diskusi dan pembahasan dalam acara-acara tertentu. Namun hasil pembahasan dan diskusi itu malah mempersulit masyarakat memahami Pancasila.
"Jadi jangan Pancasila itu dipersulit lah, jangan jadi tema seminar saja dan jangan jadi bahan indoktrinasi," ucap JK, Kamis (15/8/2019).

"Karena kalau makin dipersulit makin sulit dipahami, kalau sulit dipahami gimana mau dihayati. Maka yang sederhana saja, karena makin sederhana pembahasan Pancasila makin orang mudah dipahami, makin paham makin bisa dihayati," imbuh JK.



Ki Manteb Hingga Iwan Fals Bakal Dapat Penghargaan Teladan Pancasila:

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed