detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 18:39 WIB

Sebelum Dibunuh, Anggota DPRD Sragen Ancam Culik Anak Pelaku

Aris Arianto - detikNews
Sebelum Dibunuh, Anggota DPRD Sragen Ancam Culik Anak Pelaku Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Fakta baru terungkap dalam sidang perdana kasus pembunuhan anggota DPRD Sragen, Sugimin. Korban, menurut jaksa penuntut umum (JPU), sempat mengancam bakal menculik anak terdakwa.

"Korban Sugimin memaksa dan mengancam akan menculik anak terdakwa Nurhayati dan akan menghabisi nyawa terdakwa dan keluarganya. Selain itu, terdakwa pernah dipukul kepalanya menggunakan handphone oleh korban," terang JPU Bagyo Mulyono saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Rabu (14/8/2019).

Menurut Bagyo, tindakan korban dilakukan karena terdakwa Nurhayati tidak segera memenuhi permintaannya. Korban meminta sejumlah uang yang salah satunya akan digunakan untuk keperluan pencalegannya.



Selain itu, dalam hubungan bisnis, terdakwa dan korban sering cekcok. Percekcokan misalnya dipicu uang pesanan konfeksi dari korban tidak segera diberikan kepada terdakwa. Bagyo menyebutkan terdakwa memiliki usaha sampingan konfeksi selain profesi sebagai dosen.

"Terdakwa merasa jengkel, kesal, akhirnya merencanakan pembunuhan itu," tandas dia.

Untuk diketahui, korban Sugimin beralamat di Karangnongko Masaran, Sragen. Sedangkan terdakwa adalah warga Lingkungan Kaloran RT 1 RW 6, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri. Terdakwa juga memiliki rumah di Griya Purwosari Asri, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri.

Korban Sugimin, dibunuh dengan diracun oleh terdakwa. Racun tikus dimasukkan dalam kapsul obat diare dan diberikan kepada korban yang mengeluh sakit perut. Korban diketahui tewas pada Selasa (16/4/2019).



(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed