detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:51 WIB

Jaksa Ungkap Hubungan Asmara di Balik Pembunuhan Anggota DPRD Sragen

Aris Arianto - detikNews
Jaksa Ungkap Hubungan Asmara di Balik Pembunuhan Anggota DPRD Sragen Sidang dakwaan kasus pembunuhan anggota DPRD Sragen di PN Wonogiri. (Aris Arianto/detikcom)
Wonogiri - Sidang perdana kasus pembunuhan anggota DPRD Kabupaten Sragen yang juga caleg Partai Golkar, Sugimin, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) mengungkap adanya hubungan asmara terdakwa Nurhayati dengan korban.

"Terdakwa Nurhayati sempat beberapa kali melakukan hubungan badan dengan korban Sugimin. Selanjutnya sempat hamil 2 bulan, namun digugurkan," ungkap JPU Bagyo Mulyono saat membacakan surat dakwaan di PN Wonogiri, Rabu (14/8/2019).

Bagyo menjelaskan hubungan badan itu dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya di penginapan di wilayah Karanganyar.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Dwiyanto dengan anggota Bunga Lili dan Anita Zulfiani itu, JPU mendakwa Nurhayati dengan pasal pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Suami Nurhayati, Nurwanto, yang turut menjadi terdakwa di kasus ini, didakwa pasal yang sama dengan dakwaan pertama primer Nurhayati, ditambah dakwaan kedua primer Pasal 340 KUHP juncto Pasal 56 ke-1 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 ke-1.

Atas dakwaan JPU, kuasa hukum kedua terdakwa akan mengajukan eksepsi yang akan dibacakan pada sidang lanjutan pekan depan.

"Kami akan menyusun eksepsi untuk minggu depan," ujar kuasa hukum kedua terdakwa, Saiman.

Untuk diketahui, anggota DPRD Kabupaten Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, tewas di Wonogiri sehari menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, Selasa (16/4) dini hari. Pihak keluarga merasa janggal atas tewasnya Sugimin karena korban tak punya kerabat maupun urusan politik di Wonogiri. Keluarga pun meminta jenazah Sugimin diautopsi.

Hasil penyelidikan polisi menetapkan Nurhayati dan Nurwanto sebagai tersangka. Motif kasus ini diduga berbalut hubungan asmara, bisnis, dan uang.

Dalam keterangannya, Polres Wonogiri menyatakan Sugimin sempat meminta uang Rp 750 juta kepada Nurhayati untuk keperluan pencalonannya kembali sebagai anggota DPRD Sragen. Nurhayati kesulitan memenuhi permintaan itu, bahkan korban dikatakan mengancam akan menculik anak Nurhayati.

Merasa kesal, Nurhayati berniat membunuh korban. Pertama kali dengan mendatangi dukun santet, tapi tidak mempan, hingga kemudian membunuhnya menggunakan racun tikus yang dimasukkan dalam kapsul obat diare.
(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed