detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:21 WIB

Sidak Irigasi Penuh Sampah, Bupati Brebes: Masa Saya Harus Turun?

Imam Suripto - detikNews
Sidak Irigasi Penuh Sampah, Bupati Brebes: Masa Saya Harus Turun? Sidak Bupati Brebes Idza Priyanti di saluran irigasi penuh sampah. (Imam Suripto/detikcom)
Brebes - Keluhan warga mengenai bau busuk sampah yang memenuhi saluran irigasi membuat Bupati Brebes Idza Priyanti marah. Bupati meminta agar masalah tersebut segera ditangani secepatnya.

Bupati Idza marah saat meninjau saluran irigasi di sebelah pasar belakang Kodim Brebes yang penuh dengan sampah, Rabu (14/8/2019). Sampah di saluran ini menumpuk sehingga menimbulkan bau menyengat.

Seketika, Idza langsung memanggil beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyelesaikan persoalan sampah di saluran tersebut. Idza pun menyemprot beberapa OPD agar segera mencari solusinya.

Beberapa OPD yang dipanggil untuk menangani masalah ini antaranya Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag), Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR), dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS).

Di depan para pejabat terkait, Bupati mengungkapkan kemarahannya. Dia mengaku sudah sering memberi perintah agar penanganan sampah dilakukan secara benar, sehingga tidak mengganggu warga.

"Ini kan sudah sangat bau. Coba para OPD, bisa tidak menangani masalah seperti ini. Masa saya harus turun langsung," kata Idza dengan nada marah sambil menunjuk tumpukan sampah.

Bupati meminta OPD tidak saling lempar tanggung jawab terkait masalah ini karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu instansi.


Sebagai kepala daerah, Idza merasa risi terhadap keluhan warga soal sampah ini. Apalagi sudah ada banyak pengaduan yang masuk terkait masalah ini, namun belum tertangani secara benar. Sampah tetap menumpuk di saluran hingga menimbulkan bau busuk.

"Keluhan masyarakat harus kita utamakan, sehingga hari ini juga beberapa kepala dinas kita panggil untuk terlibat langsung dalam penanganan masalah sampah ini," kata Idza.

Dia menjelaskan penanganan sementara yang bisa dilakukan adalah mengangkat seluruh sampah dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah. Selain itu, lumpur yang sudah menghitam akan dikeruk agar tidak ada lagi bau menyengat dari saluran sepanjang 300 meter itu.

"Untuk pengerukan tersebut, kita datangkan alat berat berupa backhoe. Sekaligus kita tambah tenaga manusia agar pembersihan cepat selesai," ujarnya.

Langkah berikut setelah dibersihkan, lanjutnya, adalah memasang jaring di atas saluran. Tujuannya agar sampah tidak lagi masuk ke saluran.


"Jangka pendeknya, saluran kita keruk dan ditutup jaring (waring). Jika tidak dipasang jaring, sampah akan masuk ke saluran terus dan saluran akan kembali kotor," tandasnya.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, pihaknya akan mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar membuat penutup saluran tersebut menggunakan beton. Selain mencegah sampah masuk saluran, nantinya bisa dijadikan area parkir pengunjung pasar.

"Kita akan minta agar saluran ditutup permanen pada bagian atas. Selain bisa untuk kegiatan lain, seperti parkir, juga bisa mencegah sampah masuk yang menimbulkan bau yang tidak enak," pungkas Idza.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed