ADVERTISEMENT
detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 15:07 WIB

Pasutri Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana Anggota DPRD Sragen

Aris Arianto - detikNews
Pasutri Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana Anggota DPRD Sragen Sidang dakwaan kasus pembunuhan anggota DPRD Sragen, di PN Wonogiri. Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri -
Sidang perdana kasus pembunuhan anggota DPRD yang juga caleg Partai Golkar Sragen, Sugimin digelar di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri. Terdakwa Nurhayati yang berprofesi sebagai dosen nonaktif di Universitas Kahuripan Kediri ini didakwa dengan pasal pembunuhan berencana.

"Terdakwa Nurhayati didakwa melanggar pasal pembunuhan berencana, yakni pasal 340 KUHP juncto 55 ayat 1 ke-satu subsider 338 juncto 55 ayat 1 ke-satu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagyo Mulyono, saat membacakan surat dakwaan, Rabu (14/8/2019).
Suami Nurhayati, Nurwanto turut menjadi terdakwa di kasus ini. Nurwanto didakwa pasal yang sama dengan dakwaan pertama primer Nurhayati, ditambah dakwaan kedua primer pasal 340 KUHP juncto 56 ke-1, subsider 338 KUHP juncto 56 ke-1.

Atas dakwaan JPU tersebut, kuasa hukum kedua terdakwa berencana mengajukan eksepsi yang akan dibacakan pada sidang lanjutan pekan depan.

"Kami akan menyusun eksepsi untuk minggu depan," ujar kuasa hukum kedua terdakwa, Saiman.

Untuk diketahui, anggota dewan sekaligus caleg DPRD Kabupaten Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, tewas di Wonogiri sehari menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, Selasa (16/4) dini hari. Pihak keluarga merasa janggal dengan tewasnya Sugimin karena korban tak punya kerabat maupun urusan politik di Wonogiri. Keluarga pun meminta jenazah Sugimin diautopsi.
Hasil penyelidikan polisi menetapkan Nurhayati dan Nurwanto sebagai tersangka. Motif kasus ini diduga berbalut hubungan asmara, bisnis dan uang.

Dalam keterangannya, Polres Wonogiri menyatakan, Sugimin sempat meminta uang senilai Rp 750 juta kepada Nurhayati untuk keperluan pencalonannya kembali sebagai anggota DPRD Sragen. Nurhayati kesulitan memenuhi permintaan itu, bahkan korban dikatakan mengancam akan menculik anak Nurhayati.

Merasa kesal, Nurhayati berniat membunuh korban. Kali pertama dengan mendatangi dukun santet namun tidak mempan. Hingga kemudian dibunuh menggunakan racun tikus yang dimasukkan kapsul obat diare.
(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed