Cerita Warga Gunungkidul yang Tak Risau Listrik Padam

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 18:51 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Kekhawatiran akan listrik padam tampaknya tidak menjadi masalah besar di RT 4, Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Sebab, warga memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan listrik bertenaga matahari.

Menyambangi RT 4, Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, detikcom melihat secara langsung beberapa panel surya terpasang di atas genting rumah warga. Tak hanya itu, lampu penerangan di pinggir jalan dusun juga terpasang panel surya pada bagian atasnya.

Penasaran dengan hal tersebut, detikcom menyambangi salah satu rumah warga. Ketika sampai di depan rumah sederhana itu, sebuah aki mobil terpasang pada langit-langit sebuah pos ronda di samping rumah tersebut.
Cerita Warga Gunungkidul yang Tak Risau Listrik PadamFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Ngadiyem (63), warga RT 4, Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, menjelaskan panel surya dan aki mobil tersebut berfungsi menciptakan listrik bertenaga matahari. Ia mengatakan ide memanfaatkan matahari untuk kebutuhan listrik berasal dari tetangganya yang bernama Muhammad Ahab.

"Tetangga saya yang mengenalkan (tenaga listrik matahari) 3 tahun lalu, dan terus saya coba. Setelah mencoba ternyata (listrik bertenaga matahari ) bisa mengurangi pengeluaran listrik," katanya saat ditemui di RT 4, Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, Rabu (7/8/2019) sore.



"Dan tidak hanya saya yang pasang ini (panel surya), ada belasan keluarga yang sudah pasang, bahkan Pak RT juga sudah pasang," imbuh Ngadiyem.

Ia tidak mengeluarkan biaya untuk membeli panel surya. Ngadiyem mengaku hanya membeli kabel dan aki mobil bekas untuk mengalirkan listrik dari panel surya.
Cerita Warga Gunungkidul yang Tak Risau Listrik PadamFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Tapi saya masih pakai listrik PLN juga untuk pagi sampai sore hari. Kalau mulai jam 6 malam itu baru pakai tenaga listrik matahari sampai jam 6 pagi, dan itu sudah di-setting secara otomatis. Jadi tidak perlu dinyalakan sudah menyala dan mati sendiri sesuai jamnya," ujarnya.

"Terus bagusnya, bisa mengirit biaya listrik. Biasanya habis di atas Rp 50 ribu, sekarang tidak sampai Rp 50 ribu per bulannya," imbuhnya.

Hal itu karena dari jam 6 pagi sampai jam 6 petang, panel surya menyimpan tenaga matahari dan disalurkan ke aki. Selanjutnya, listrik bertenaga matahari itu mulai didistribusikan dengan kabel yang menancap pada aki tersebut.

"Untuk mengisi dayanya itu ya dari pagi sampai Magrib, sekitar 10 jam, Mas. Karena itu, kalau lainnya mati listrik saya tidak bingung, wong listriknya bisa menyala terus sampai jam 6 pagi," kata Ngadiyem.

Soal perawatan alat tersebut, Ngadiyem mengaku tidak terlalu sulit. Bahkan ia sendiri bisa melakukan perawatan sendiri.



"Perawatannya tidak terlalu sulit, paling hanya pedot kabele (putus kabelnya) dan bisa langsung diganti. Kalau lampunya mbeleret (meredup), tandanya air aki sudah habis dan tinggal mengisi lagi saja, terus untuk menguras aki paling setahun dua kali," katanya.

Warga lainnya, Suradi (40), mengatakan belum lama memasang panel surya untuk menghasilkan listrik bertenaga matahari. Ia tertarik setelah sosialisasi yang diberikan oleh Ahab.

"Kalau saya baru satu setengah tahun pasang panel surya, Mas. Ini saja panelnya dipinjami. Ke depannya, kalau ada rezeki, saya mau beli panel surya sendiri," katanya saat ditemui di RT 4, Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (7/8/2019) sore.

"Jadi saya hanya bermodal beli aki bekas ukuran besar seharga Rp 500 ribu dan kabel-kabel saja. Listrik tenaga matahari ini lumayan, bisa menghidupkan lampu rumah saya dan mengirit bayar listrik," imbuhnya.

Menurut Suradi, sebagian besar warga RT 4 sudah memanfaatkan listrik bertenaga surya. Sebab, keberadaan energi tenaga listrik tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari warga.

"Setahu saya, saat ini sudah ada sekitar 15 KK yang pakai (listrik tenaga matahari)," ucap Suradi.




Tonton Video Cerita Kocak Grup Bajaj saat Listrik Padam:

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)