detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 13:58 WIB

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unnes Agus Hermanto dikukuhkan sebagai guru besar Unnes. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan Bidang Administrasi Publik pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dalam pidato pengukuhannya, Agus mengangkat soal pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Dalam pengukuhan yang digelar di auditorium Unnes itu Agus Hermanto menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Manajemen Kebijakan Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia". Menristekdikti M Nasir dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo terlihat ikut hadir sebagai tamu undangan.

"S3 saya administrasi publik banyak menekuni kebijakan geotermal. Kita ketahui sekarang banyak menggunakan energi fosil, padahal mau habis, impor energi membutuhkan jutaan dolar. Kita geotermal punya 29 giga watt, sangat tinggi baru dimanfaatkan sekarang 8 persen. 2025 mudah-mudahan mencapai 23 persen. Tanpa kesungguhan tidak akan tercapai," kata Agus usai acara pengukuhan dirinya, Rabu (24/7/2019).


Menristekdikti, M Nasir, mengatakan pengusulan yang dilakukan Unnes untuk jenjang profesor Agus Hermanto sudah sesuai standar. Semua syarat juga sudah terpenuhi sehingga pengukuhan bisa dilakukan.

"Syaratnya sudah doktor, dia mengajar, publikasi riset pada jurnal berreputasi. Kalau tidak pernah menulis karya ilmiah dan publikasi tidak mungkin menjadi guru besar," kata Nasir.

Dia menjelaskan Agus Hermanto merupakan guru besar tidak tetap yang diusulkan Unnes. Oleh karena itu, terkait gaji Agus nantinya adalah kebijakan pihak kampus.

"Akan berikan gaji atau tidak itu Unnes. Kalau pemerintah ya dosen yang punya Nomer Induk Dosen Nasional," jelasnya.


Sementara itu Rektor Unnes, Fathur Rokhman, mengatakan politisi Partai Demokrat itu sudah mengajar di Unnes. Karenanya muncul ide untuk mengusulkan menjadi profesor tidak tetap. Proses pun berjalan termasuk mengerahkan tim agar persyaratan terpenuhi.

"Artikel berreputasi internasional beliau punya lebih dari 2. Rekomendasi profesor sebidang di beberapa perguruan tinggi ada. Kemudian disidangkan di senat Unnes," pungkasnya.

Sedangkan, Bambang Soesatyo kepada rekan kerjanya itu berpesan dengan dedikasi ke dunia pendidikan maka Agus sudah memiliki tujuan setelah purna dari tugas di DPR RI.

"Sebagai sahabat saya ucapkan selamat. Ini penghargaan tertinggi dunia akademik. Begitu selesai tuntaskan darma bakti di DPR bisa mengabdi di bidang pendidikan," ujar Bambang.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com