detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 13:42 WIB

Pilkades Serentak di Banyumas Jadi Arena Judi

Arbi Anugrah - detikNews
Pilkades Serentak di Banyumas Jadi Arena Judi Foto: Arbi Anungrah/detikcom
Banyumas - Polres Banyumas mengungkap adanya kasus perjudian dalam kontestasi Pilkades serentak yang diadakan pada Selasa (23/7) kemarin. Total uang yang diamankan dari 29 pemain judi ini sebesar Rp 52 juta.

"Polres Banyumas mengamankan 29 orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana perjudian Pilkades atau biasa disebut Botoh di wilayah Banyumas," ungkap Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Rabu (24/7/2019).

Uang yang berhasil diamankan lanjut Bambang, sejumlah Rp 52,6 juta. "Ini diamankan dari 6 TKP atau 6 Desa," katanya.

Dia memaparkan modus yang dilakukan oleh para penjudi di Pilkades ini dengan cara menebak hasil siapa calon kades yang nantinya akan menang. Kemudian uang tersebut nantinya akan dikumpulkan oleh seorang yang disebut Banyon.

"Modusnya, mereka menebak-nebak hasil dari Pilkades siapa yang menang, dari calon nomor urut 1, 2 sampai 5 atau tergantung dasanya itu kemudian dia cari. Jadi mereka sudah siapkan sejumlah uang sebagai modal, apabila ada yang pasang berapa pun dipasang disanggupi oleh mereka," jelasnya.

"Kemudian uangnya dipegang oleh yang disebut Banyon. Banyon ini orang yang pegang uangnya. Jadi ada bandar, ada banyon dan ada pemain yang kita amankan," ucapnya.

Dia menjelaskan, para pemain judi tersebut rata-rata bermain di lingkungan pasar. Seperti pada satu TKP yang digerebek polisi di sebuah pasar dengan 6 kasus.
Barang bukti judi Barang bukti judi Foto: Arbi Anungrah/detikcom

"TKP yang terakhir itu di satu desa tetapi karena wilayahnya di pasar banyak pemainnya di situ, ada sekitar 6 kasus. Jadi total perkara yang kita ungkap saat ini adalah sejumlah 14 perkara atau 14 laporan polisi nantinya yang kemudian akan kita tindak lanjuti sampai proses sidang," ujarnya.

Dia mengungkapkan jika dalam berkomunikasi hanya antara mereka yang telah paham dengan bandarnya. Seperti yang terjadi di pasar Kemranjen.

"Di Kemranjen ada sekitar 13 tersangka, itu dilakukan di pasar. Jadi mereka tahu mereka sudah saling paham. Kayaknya sudah lama sekali kegiatan yang dilakukan di wilayah manapun ini selalu ada, ini mulai dari pemain, pemasang, bandarnya," ungkapnya.

Dalam penindakan perjudian pada saat Pilkades tersebut, uang yang paling besar diamankan dalam disatu TKP sejumlah Rp 14 juta. Rata rata yang digunakan untuk bertaruh berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 5 juta.

"Taruhannya bervariatif dan sangat banyak yang pasang. Tapi berapapun itu disanggupi oleh mereka. Rata-rata pemainnya ada warga pendatang atau warga bukan dari wilayah Banyumas. Tapi sebagian warga Banyumas," jelasnya.

Dia menjelaskan jika sudah sejak jauh jauh hari pihaknya telah memperingatkan agar tidak melakukan perjudian saat Pilkades.Bahkan pihaknya sudah membentuk tim satgas judi yang bekerja saat Pilkades berlangsung.

"Ini salah satu warning kita, peringatan kita dan memang ini cukup efektif. Banyak sebenarnya yang sudah kita petakan, tapi dengan adanya informasi bentuk satgas judi mereka membubarkan diri. Tapi ternyata masih ada yang mencoba untuk bermain, ini yang kita tindak tegas," ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku perjudian dikenakan pasal 303 ayat 1 dan Jo pasal 303 bis KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com